Alasan Film The World Of The Married Sangat Trending

Alasan Film The World Of The Married Sangat Trending – Serial drama Korea ‘The World of the Married’ menjadi trending topic di media sosial dalam beberapa waktu terakhir. Memasuki episodenya yang ke-9 dan 10 akhir pekan ini, drama tentang perselingkuhan yang bikin gemas penonton ini mencapai rating tertinggi hingga 20%, dan paling ditunggu penayangannya, baik di Korea maupun internasional termasuk di Indonesia.

Apa yang membuat drama ini begitu diminati? Relatable dan bikin emosi. Dua alasan ini bisa jadi mendominasi di samping banyak alasan lainnya yang membuat drama Korea satu ini menjadi favorit saat ini. 

Di luar itu, ‘The World of the Married’ atau ada juga yang menyebutnya ‘A World of Married Couple’ diisi oleh deretan cast yang tepat, cerita yang greget, dan pengambilan gambar yang memanjakan mata secara visual, seperti layar lebar. slot indonesia

Buat kamu yang mengikuti drama korea yang tayang di JTBC ini dari episode pertama pada 27 Maret lalu hingga sekarang, atau yang belum tahu, berikut ini beberapa fakta dan juga alasan kenapa drama korea satu ini begitu diminati dan paling ditunggu penayangannya di setiap akhir pekan. slot indonesia

Alasan Film The World Of The Married Sangat Trending

1. Relatable

Diangkat dari seri populer Doctor Foster yang ditayangkan BBC One pada 2015 lalu, ‘The World of the Married digubah sedemikian rupa. Disesuaikan dengan nuansa Asia, drama ini kemduian ditambahkan di beberapa bagian, dan sangat relatable atau berasa nyata terjadi di kehidupan sehari-hari.

‘The World of The Married’ mengisahkan tentang kehidupan pasangan Ji Sun Woo dan Lee Tae Oh, yang di permukaan tampak baik-baik saja. Pernikahan yang sempurna, dokter berprestasi dan sutradara berbakat dengan satu anak laki-lakinya Joon-young. Namun semua buyar ketika seiring berjalan cerita, Tae Oh diketahui berselingkuh dengan perempuan lebih muda darinya Yeo Da Kyung. Tak sampai di situ, Sun Woo juga dikhianati oleh orang-orang terdekatnya, dari teman, tetangga, dan rekan kerja. Dari sini cerita ‘the World of the Married’ bergulir dan makin dibuat relate dengan kehidupan sehari hari penontonnya.

2. Cerita selingkuh dan cinta segitiga

Cerita mengenai affair atau perselingkuhan selalu menarik untuk diikuti. Meski sudah banyak drama yang mengangkat tema ini, the World of the Married hadir dengan detail dan eksekusi yang menarik. Ada plot twist di hampir setiap episodenya.

Karakter Ji Sun Woo dan Lee Tae Oh tampak sebagai couple goals, dengan pernikahan yang sempurna. Namun, hadir Da Kyung yang memesona. Tak hanya untuk selingan, tapi juga cinta kedua Tae Oh. Perlahan perselingkuhan ini terungkap seperti mengupas lapis demi lapis bawang yang hingga ke intinya membuat sesak. Dan cerita tak berhenti hingga babak penentuan, siapa yang menang dan siapa yang kalah.

3. Para pemeran yang bermain meyakinkan

Kim Hee-ae sebagai Ji Sun Woo tampil sangat meyakinkan lewat ekspresi bahagia hingga emosi saat mengetahui kebohongan dan pengkhianatan orang-orang terdekatnya. Ini membuat penonton mudah bersimpatik dengannya. Begitu juga dengan Park Hae-joon, pemeran Lee Tae Oh yang membuat emosi, dan Han So-hee sebagai Da Kyung yang cantik tapi mesti diberi label ‘pelakor’. Tiga pemeran ini mencuri perhatian dan masuk akal, seperti apa yang dibayangkan di kepala hampir setiap orang pada umumnya.

Tak hanya mereka, para pemeran lain juga tak kalah pasnya, seperti Chae Gook-hee sebagai Seol Myung-sook rekan kerja yang bermuka dua di rmumah sakit tempat Sun Woo bekerja, Park Sun-young sebagai Go Ye-rim tetangga sekaligus teman Sun Woo, dan Kim Young-min sebagai Son Je-hyuk yang suka gonta ganti pasangan, atau Lee Moo-saeng sebagai Dr Kim Yoon-gi yang muncul sebagai pengagum dan ‘penolong’ Sun Woo.

Alasan Film The World Of The Married Sangat Trending

4. Banyak tokoh yang membuat gemas dan bikin emosi

Bayangkan dalam satu adegan di satu meja makan, ada empat atau bahkan tujuh karakter yang bikin gemas dan emosi sekaligus di saat yang sama? Inilah yang terjadi di drama ‘the World of the Married’.

Tokoh-tokohini berada di sekeliling Sun Woo sebagai protagonis, dari mulai suaminya yang selingkuh Tae Oh, selingkuhan suaminya Da Kyung, dan kedua orangtua Da Kyung. Lalu, ada rekan kerjanya yang suka berkhianat Dr Seol, Jehyuk yang suka gonta-ganti pasangan meski sudah menikah, Ye Rim yang lebih suka mengalah dan menghindari konfrontasi, atau ibu-ibu kaya yang hanya peduli dengan dirinya sendiri dan membicarakan keburukan orang lain.

Mesti siap mental untuk lihat bagaimana Sun Woo bereaksi setiap kali bertemu dengan karakter atau tokoh ini.

5. Kejutan demi kejutan di setiap episode

Episode 1:

Episode awal yang menunjukkan kehidupan pernikahan sempurna Sun-woo dan Tae-oh, hingga terungkapnya perselingkuhan Tae-oh dan Da-kyung, serta pengkhianatan teman dekat Sun-woo yang tahu, tapi diam dan mengkhianatinya.

Episode 2:

Sun-woo mengetahui kalau Da-kyung, selingkuhan suaminya hamil lewat pemeriksaan test-pack di ruang kerjanya. Ia konfrontasi Tae-oh tapi suaminya tidak mengakui telah berselingkuh.

Episode 3

Sun-woo melihat perselingkuhan suaminya di depan mata. Tepat di hari kematian mertuanya, atau ibu suaminya, Tae-oh kedapatan berciuman di dalam mobil bersama Da-kyung

Episode 4

Demi ‘pembalasan dendam’ dan mendapatkan detail kondisi keuangan suaminya, Sun-woo menemui Je-hyuk di hotel dan melakukan hubungan satu malam. Transaksi yang mempertaruhkan keberanian dan juga sakit hati Sun-woo.

Episode 5

Sun-woo membongkar perselingkuhan suaminya di hadapan Da-kyung dan kedua orangtuanya di meja makan. Dengan tenang dan kalem, ia menunjukkan kebenaran pahit pada orang yang telah mengkhianatinya.

Episode 6

Sun-woo dan Tae-oh bertengkar hebat hingga Sun-woo terluka parah. Ini justru menjadi akhir dari pernikahan mereka dan perebutan atas hak asuh anak. Sun-woo berhak atas hak asuh Joon-young, dan Tae-oh tak boleh menemuinya selama dua tahun.

Episode 7

Setelah dua tahun berlalu, Tae-oh dan Da-kyung yang sudah menikah dan punya anak perempuan bernama Jenny, kembali ke Gosan. Mereka menggelar pesta kembalinya mereka dan menjadi ancaman buat Sun-woo.

Episode 8

Sun-woo mendapatkan teror dan kekerasan dari orang tak dikenal, yang kemudian diketahui itu orang suruhan suaminya Tae-oh, yang juga punya masa lalu terkait Sun-woo di episode awal. Sun-woo diancam untuk meninggalkan Gosan, dan menyerahkan anaknya Joon-young pada Tae-oh.

Episode 9

Seperti karma berbalas, Da-kyung mendapati rahasia yang disimpan suaminya Tae-oh, di ponsel dengan foto-foto Sun-woo di dalamnya. Sun-woo sudah memberinya peringatan bahwa tidak ada jaminan, nasibnya akan sama dengan yang dialami Sun-woo.

6. Adegan terbaik

Sejak awal kemunculannya, The World of the Married’ menghadirkan banyak adegan yang dieksekusi dengan baik. Salah satu yang menjadi mencuri perhatian dan banyak dipuji yakni saat adegan di meja makan di episode kelima, ketika Sun Woo membongkar perselingkuhan suaminya di hadapan Da Kyung dan kedua orangtuanya. Dengan cara elegan dan tanpa emosi, Sun Woo hanya melemparkan kalimat pahit yang mesti didengar setiap orang di meja makan. Adegan ini membuat The World of Married Couple jadi perbincangan, dan bikin penasaran dengan Sun Woo dan bagaimana kisahnya bermula dan berakhir.

7. Busana fashionable para cast

Dress yang matching dengan sepatu atau scarf, atau outer yang bermotif dan aksesori tambahan yang dikenakan Sun Woo atau Da Kyung selalu menarik untuk diikuti. Ada banyak permainan warna dan padupadan yang asik, dari pakaian formal untuk bekerja, dan atau keseharian. Di episode ke-8, wardrobe ini menjadi salah satu detail dari penceritaan yang menjadikan kisah drama ini makin menarik.

8. Rating dan batasan usia

Sejak tayang perdana, rating drama the World of the Married terus menunjukkan kenaikan. Dari awalnya hanya 6% di episode 1 (27/3), lalu 14% di episode ke-5 (10/4) dan terus naik ke 20% di episode 9 (24/4).

Berkaitan dengan kontennya yang vulgar, kekerasan dan untuk orang dewasa, episode pertama hingga ke enam dilabeli di atas 19 tahun. Hanya di dua episode 7 dan 8, yang ditujukan di atas 15 tahun. Di episode ke-9 dan setelahnya, drama ini kembali ditujukan hanya untuk usia 19 tahun ke atas.

9. Penasaran dengan akhir cerita

Dari catatan produksinya The World Of the Married’ akan berjumlah 16 episode. Jadi masih ada tiga pekan ke depan untuk terus menjadi penasaran dengan bagaimana akhir cerita dari serial ini. Apakah akan nanti dibuat sama dengan Doctor Foster atau dibuat berbeda?

Hingga saat ini banyak spekulasi dan prediksi akan akhir cerita, termasuk bocoran dari Kim Hee-ae sendiri yang pada saat bertemu dengan media beberapa waktu lalu mengungkap ada kejadian penting yang mengubah karakter Sun Woo yang diperankannya di episode 12. Hal ini makin membuat penonton dan penikmat serial drama Korea ini menjadi lebih penasaran.

Episode terakhir dijadwalkan tayang pada 16 Mei 2020. Untuk terus update, bisa melihat perkembangannya di situs resmi JTBC

Fakta Menarik Dari Serial Netflix Money Heist

Fakta Menarik Dari Serial Netflix Money Heist – Tayangan Netflix dengan judul Money Heist, akhir-akhir ini menjadi rekomendasi tontonan bagi penggemar film dan series. Series dengan judul asli La Casa de Papel ini adalah serial TV Spanyol yang hingga kini telah menayangkan 37 episode yang terbagi menjadi 4 part.

Serial ini berkisah tentang dalang kriminal bernama The Professor yang menyusun rencana pencurian terbesar dalam sejarah bersama delapan orang  perampok. Uniknya dalam serial ini, perampok yang tergabung memiliki nama samaran yaitu nama-nama kota di dunia. slotonline

Hal lain yang bikin asyik adalah bagaimana rencana besar dan rencana cadangan yang disiapkan Profesor. Saya punya seorang teman yang sungguh terobsesi untuk menyaingi rencana Profesor. Sebelum meneruskan nonton, dia kerap bikin catatan yang isinya prediksi langkah-langkah perampokan kemudian membandingkannya dengan rencana asli dari Profesor. slotonline

Dengan production design, acting, dan sinema yang cenderung standar, Money Heist punya kekuatan besar dalam plot besar. Beberapa planting info disimpan dari awal dan berpotensi jadi elemen kejutan di akhir, walau nggak semuanya sesuai ekspektasi. Cinta dan romantisasi bukan hanya sekadar bumbu, tapi juga jadi unsur penting dalam plot. Gabungan yang epik antara drama dan pembenaran kriminalitas -lah yang menjadikannya brilian. Beberapa kritikus memberikan review cukup menarik dengan rating yang juga lumayan.

Fakta Menarik Dari Serial Netflix Money Heist

Dengan production design, acting, dan sinema yang cenderung standar, Money Heist punya kekuatan besar dalam plot besar. Beberapa planting info disimpan dari awal dan berpotensi jadi elemen kejutan di akhir, walau nggak semuanya sesuai ekspektasi. Cinta dan romantisasi bukan hanya sekadar bumbu, tapi juga jadi unsur penting dalam plot. Gabungan yang epik antara drama dan pembenaran kriminalitas -lah yang menjadikannya brilian. Beberapa kritikus memberikan review cukup menarik dengan rating yang juga lumayan.

Serial ini bukan hanya menawarkan sekadar hiburan, namun membebaskan berbagai ideologi dan pemikiran. Topeng Dali dan kostum merah jadi simbol yang kemudian diadaptasi ke kehidupan sehari-hari. Beberapa aksi demontrasi dihiasi semangat pemberontakan yang serupa. Bahkan lagu “Bella Ciao” yang punya sejarah panjang sebagai dendangan anti-fasis Italia dinyanyikan di mana-mana. Mirip kayak efek film V for Vendeta dengan atribut yang juga hampir sama.

Ingin tau fakta lain serial Netflix Money Heist? Yuk simak selengkapnya!

1. Tayangan Netlfix Paling Banyak Ditonton di 6 Negara

Menurut film dokumenter berjudul The Phenomenon, Money Heist adalah tayangan Netflix yang paling banyak ditonton di Perancis, Italia, Argentina, Chili, Brasil, dan Portugal. Serial ini juga memiliki basis penggemar yang signifikan di Afrika Utara, Timur Tengah, dan Turki.

2. Sukses di Dunia, Money Heist Pernah Gagal di Negara Sendiri

Money Heist memang bukanlah tayangan original Netflix. Serial ini diproduksi oleh Vancouver Media yang awalnya ditayangkan di Antena 3 saluran TV Spanyol.

Episode pertamanya pada 2 Mei 2017 menarik 4,5 juta pemirsa di saluran Spanyol Antena 3. Tapi saat seri berlanjut, jumlah penontonnya anjlok.

3. La Casa de Papel Awalnya Berjudul Los Desahuciados

Sang kreator film, Alex Pina awalnya menyebut serial ini Los Desahuciados atau The Outcasts yang berarti orang-orang terusir. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa mayoritas karakter utama sebenarnya masyarakat terbuang dengan latar belakang kriminal.

Nama itu kemudian diubah menjadi La Casa De Papel yang berarti rumah kertas agar sesuai dengan naskah perampokan The Royal Mint, gedung pencetak uang kertas.

4. Tokyo adalah Karakter Pertama yang Diberi Nama Kota

Jesús Colmenar, salah satu produser, melihat Alex Pina sang kreator serial ini sedang mengenakan kaos dengan tulisan Tokyo. Colmenar pun mengatakan bahwa nama itu bisa menjadi nama karakter yang bagus. Akhirnya karakter di anggota geng perampokan menggunakan nama yang berasal dari kota juga.

5. Hampir Semua Anggota Geng Menggunakan Nama Ibukota Negara

Anggota geng perampokan masing-masing memiliki nama samaran dengan menggunakan nama sebuah kota di dunia. Uniknya beberapa nama menggunakan nama Ibukota. Dimulai dari Berlin yang merupakan nama Ibukota Negara Jerman, Helsinki – Finlandia, Tokyo – Jepang, Nairobi – Kenya, Moskow – Rusia, dan Oslo – Norwegia.

Tersisa nama Rio dan Denver yang bukan merupakan nama ibukota negara. Namun Rio sendiri berasal dari nama ibukota negara bagian di Brasil yaitu Rio de Janeiro. Lalu Denver merupakan nama ibukota negara bagian di Amerika Serikat yaitu Colorado.

6. Profesor Juga Punya Nama Kota

Fakta Menarik Dari Serial Netflix Money Heist

Alvaro Morte, aktor yang memerankan karakter Profesor mengatakan bahwa dia memiliki pilihan nama kotanya sendiri. Ia memilih nama Vatikan karena sangat cocok dengan karakter Profesor dalam serial Money Heist.

“Konsep apa yang cocok untuknya, tetapi kita harus menghapus komponen agama. Ini akan menjadi Kota Vatikan. Itu adalah kota negara. Yang sangat kecil. Tapi seperti The Professor, selalu terlindung, dan pada saat yang sama, ia memiliki kekuatan besar di seluruh dunia,” kata Morte dalam sebuah interview.

Jaime Lorente, yang berperan sebagai Denver, ingin menyarankan alternatif lain. “Aku akan memanggilnya ‘Profesor Venice Beach,’ hanya karena itu akan terdengar luar biasa.”

7. Karakter Tokyo Terinspirasi dari Karakter Matilda di film Léon: The Professional (1994)

Di episode pertama, setelah bergabung dengan geng perampokan Profesor Tokyo mengubah penampilannya dari berambut panjang menjadi rambut pendek bob. Model rambut Tokyo tersebut mengingatkan akan karakter bernama Matilda di tahun 1994. Tidak hanya model rambut, kemiripan lainnya juga ada pada kalung choker yang dikenakan Tokyo dan Matilda.

Matilda sendiri diperankan oleh Natalie Portman di film Léon: The Professional (1994). Matilda dan Tokyo selain secara penampilan memiliki kemiripan, mereka juga memiliki karakter yang sama-sama kuat.

8. Topeng Dali

Topeng yang dikenakan geng perampokan La Casa de Papel ini terinspirasi dari seniman Spanyol bernama Salvador Dali.

Ketika Salvador Dali masih hidup, banyak karyanya diciptakan selama gerakan di Zurich pada awal abad ke-20 dan tentang menolak masyarakat kapitalis modern. Semua filosofinya selaras dengan para perampok di La Casa de Papel.

9. Nama Samaran Profesor

Di part 1, kita melihat Profesor melakukan tugas lain untuk membantu jalannya perampokan dengan memata-matai inspektur Raquel Morillo. Profesor menggunakan nama samaran Salva Martin agar dapat lebih dekat dengan inspektur. Nama ini juga bisa dikaitkan dengan seniman yang menjadi inspirasi dari topeng geng perampokan yaitu Salvator Dali.

10. Lagu Bella Ciao Adalah Lagu Tentang Protes

Lagu Bella Ciao akan sering Anda dengar di serial ini. Pertama kali dinyanyikan adalah ketika anggota perampok, Moskow, akhirnya menyentuh tanah ketika ia menggali terowongan keluar dari Royal Mint of Spain.

Menurut penulis skenario dan produser eksekutif Javier Gómez Santander, mereka berusaha keras untuk mencari tahu lagu mana yang bisa mereka gunakan untuk menandai momen perayaan dalam pertunjukan.

Lagu yang berasal dari Italia ini dipilih karena memiliki rasa anthemic yang dibutuhkan saat adegan. Selain itu lagu Bella Ciao memiliki sejarah sebagai lagu yang sering dinyanyikan oleh demonstran anti-fasis di Italia pada Perang Dunia II.

5 Hal Yang Wajib Diketahui Dari Film Parasite

5 Hal Yang Wajib Diketahui Dari Film Parasite – Sutradara Bong Joon-ho “Parasite” menjadi film non-Inggris pertama yang memenangkan film terbaik pada bulan Junia tahun 2019.

Film Korea Selatan yang menegangkan ini  berfokus pada perbedaan kelas melalui hubungan keluarga Park dan Kim, dimana film ini telah sukses memenangkan Oscar untuk film fitur internasional terbaik, skenario film asli terbaik dan sutradara terbaik. slotindonesia

Parasite juga telah dinominasikan untuk desain produksi terbaik dan pengeditan film terbaik.

“Itu masih terasa sangat nyata,” katanya kepada wartawan melalui penerjemah di belakang panggung setelah Oscar. “Aku merasa ada sesuatu yang akan menimpaku dan aku akan bangun dari mimpi ini.” slotindonesia

5 Hal Yang Wajib Diketahui Dari Film Parasite

Sutradara menggambarkan perasaan “sangat istimewa” ketika ia memenangkan Oscar untuk sutradara terbaik, kategori yang mencakup Quentin Tarantino, Sam Mendes, Todd Phillips dan Martin Scorsese.

“Saya bisa mengunci mata dengan Martin, Sam, Ty dan semua orang,” Bong Joon-ho mengatakan kepada “Selamat Pagi Amerika” Lara Spencer. “Aku tidak tahu di mana mereka duduk, tetapi aku langsung tahu di mana mereka berada dan aku bisa merasakan emosinya.”

“Hanya perasaan yang sangat istimewa untuk dibagikan,” katanya.

Rekan produsernya, Kwak Sin Ae, menambahkan bahwa dia yakin memenangkan penghargaan itu akan “menandai awal dari berbagai jenis perubahan untuk sinema internasional.”

“Aku bahkan tidak bisa membayangkan suasana di Korea sekarang,” tambahnya.

Berijut ini adalah 5 hal yang harus diketahui dari film Parasite

1. Film ini adalah salah satu dari banyak yang pertama dan membuat sejarah

Film ini, yang memiliki banyak talenta terkenal termasuk Song Kang Ho, Jang Hye Jin, Choi Woo Shik dan Park So-dam, telah memiliki perjalanan yang sangat sukses selama musim penghargaan.

Memenangkan Palme d’Or di Festival Film Cannes, penghargaan untuk film terbaik – bahasa asing di Golden Globe 2020, penghargaan SAG untuk kinerja luar biasa oleh para pemeran dalam film dan skenario asli terbaik di 2020 Writers Guild Awards di antara banyak penghargaan lainnya.

Film berbahasa asing ini  menjadi pemenang gambar terbaik di Korea Selatan dalam sejarah perfilmannya, fitur internasional terbaik pertama dari Korea Selatan dan Bong Joon-ho menjadi pemenang sutradara terbaik Korea Selatan pertama.

Dalam sebuah wawancara dengan ABC News ‘Chris Connelly, Bong Joon-ho berbicara tentang pengakuan film sedang mengumpulkan.

“Ini adalah momen perayaan besar bagi sinema Korea karena ini adalah pertama kalinya sebuah film Korea dinominasikan,” katanya melalui seorang penerjemah. “Dan secara pribadi untuk saya, sudah 20 tahun sejak saya menjadi sutradara film dan untuk menerima nominasi ini pada tahun 2020 biasanya bermakna.”

Dia juga berbicara tentang pesan utama yang ingin dia sampaikan melalui keseniannya dalam film.

“Meskipun ceritanya tentang orang kaya dan miskin, saya pikir pada akhirnya saya ingin mengeksplorasi bagaimana kita dapat benar-benar hidup sebagai manusia dan mengapa begitu sulit untuk menjalani kehidupan yang bermartabat hanya sebagai individu,” katanya. “Saya pikir itu adalah sesuatu yang berlaku untuk A.S., untuk Eropa, Jepang, itu berlaku untuk negara mana pun di seluruh dunia.”

2. Telah sukses besar di box office

5 Hal Yang Wajib Diketahui Dari Film Parasite

Sejak tanggal perilisannya pada Oktober 2019, film ini telah meraup lebih dari $ 30 juta di dalam negeri dan lebih dari $ 163 juta di seluruh dunia.

Bong mengatakan kepada ABC News tentang keterkejutannya pada kesuksesan film box office yang berlanjut.

“Saya tidak pernah berharap film ini akan mendapatkan banyak perhatian, dan beberapa hari yang lalu box office melampaui $ 30 juta di Amerika Utara,” katanya. “Ini adalah reaksi yang tidak pernah kami antisipasi, jadi saya sangat senang. Saya sangat senang bisa berbagi kegembiraan dan kegembiraan sinematik dan eksplorasi tematik yang disediakan film ini.”

“Cara audiens mampu mengatasi subtitle sangat bagus untuk ditonton,” tambahnya.

Dia juga berbicara tentang perlunya melihat teks terjemahan masa lalu untuk menghargai dunia sinema sambil menerima penghargaan untuk film berbahasa asing terbaik di Golden Globes.

“Setelah Anda mengatasi penghalang subtitle setinggi 1 inci, Anda akan diperkenalkan dengan begitu banyak film yang luar biasa,” katanya.

“Hanya dinominasikan bersama dengan sesama pembuat film internasional yang luar biasa adalah suatu kehormatan besar. Saya pikir kita hanya menggunakan satu bahasa: bioskop,” tambahnya.

3. Bong Joon-ho telah memperkuat statusnya sebagai pembuat film terkenal

Bong sudah memiliki banyak proyek terkenal di sepanjang karirnya

Dia menyutradarai “Snowpiercer” 2013, “The Host” tahun 2006 dan “Okja” tahun 2017 di antara banyak film lainnya.

Dia membahas pengaruh dalam sejarah film yang menginspirasi dia tumbuh dewasa, mencatat dia akan menonton gambar dari Amerika Serikat di Jaringan Pasukan Amerika Korea.

“Salurannya tidak ada di TV lagi, tetapi ketika saya masih kecil itu populer dan mereka memutar film-film Amerika yang tidak disensor,” katanya. “Meskipun saya tidak tahu bahasa Inggris pada saat itu, saya menonton semua film itu dan membayangkan cerita saya sendiri. Bagi saya, itu adalah teknologi sinema kecil pribadi saya sendiri.”

Dia menambahkan bahwa pada saat itu dia tidak memiliki pemahaman “tentang film atau pemeran,” tetapi kemudian mengenalinya ketika dia lebih tua di klub bioskop.

Brian De Palma, Sam Peckinpah, John Schlesinger, dan Francis Ford Coppola adalah beberapa sutradara terkenal yang kemudian dikenalinya ketika belajar film ketika masih kecil.

4. Rumah yang ditampilkan dalam film ini memiliki kehidupannya sendiri

Salah satu aspek yang paling luar biasa dari film ini adalah rumah Parks, di mana banyak dari plotnya terungkap. Perbedaan antara properti yang dimiliki keluarga kelas atas – serta kompleks, berbagai lapisan yang dimiliki oleh rumah – dan rumah keluarga Park adalah elemen penting dalam memahami perbedaan kelas dalam film thriller.

Perancang produksi Lee Ha Jun mengungkapkan bahwa segala sesuatu mulai dari cara pembuatan rumah hingga warna set sangat dipertimbangkan dalam produksi.

“Pertama-tama, sutradara Bong mengatakan dengan tepat … gerakan harus terus bergerak dari atas ke bawah. Termasuk rumah semi-basement, semuanya harus memiliki kontras,” katanya kepada Deadline. “Ketika kamu turun dari rumah keluarga kaya, tampilan lingkungan harus perlahan berubah.”

Berkebalikan dengan warna yang digunakan dalam desain set, Jun mengatakan kepada Deadline: “Direktur Bong ingin kelas yang lebih tinggi memiliki warna yang monoton dan mewah. Untuk kelas bawah, ia menginginkan kombinasi warna dan tekstur yang rumit dan beragam.”

Sang sutradara juga berbicara kepada sejumlah media tentang mengapa desain set sangat istimewa dalam film.

“Kami membangun rumah itu dari awal dan karena 60% dari cerita terjadi di rumah kaya, kami berusaha keras untuk memastikan rasanya seperti alam semesta sendiri dan karakter utama film,” kata sutradara. “Itu sebabnya kami sangat senang ketika desainer produksi dinominasikan.”

Cho Won Woo, yang menangani set dekorasi untuk film tersebut, juga dinominasikan bersama Lee Ha Jun dalam kategori tersebut.

5. Pemirsa Amerika mulai terbiasa dengan bakat Korea Selatan yang terkenal

Dengan kesuksesan luar biasa dari film ini, pemirsa di Amerika Utara berkenalan dengan nama-nama mapan dalam industri film dari Korea Selatan.

Song Kang Ho telah bekerja dengan Bong Joon-ho sebelumnya, muncul di film thriller sutradara “Snowpiercer” dan “The Host.”

Aktor ini merefleksikan karya mereka bersama dalam sebuah wawancara dengan Tenggat.

“Ketika saya melihat kembali pada 20 tahun terakhir, dan mempertimbangkan film yang telah kami buat bersama, mereka bukan hanya film terbaik yang pernah dibuat oleh kami berdua; mereka juga beberapa film terbaik di bioskop Korea,” katanya. mengatakan bekerja dengan Bong Joon-ho.

Film Layar Lebar Dengan Biaya Termahal

Film Layar Lebar Dengan Biaya Termahal – Bagi fans dari Harry Potter, keluarnya film seri terbaru adalah hal yang dinanti. Sama halnya dengan film – film sekuel lainnya yang sukses dengan film pertama mereka, banyak penonton yang mengharapkan adanya kelanjutan film tersebut.

Terlepas dari film – film sekuel yang dinantikan orang banyak, biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan film yang laris manis tersebut juga tidak sedikit. Mereka mengeluarkan biaya triliunan rupiah untuk bisa menghasilkan film yang wah. Namun, hal tersebut tentu sebanding dengan keuntungan yang mereka dapatkan. slot

Nah, berikut ini merupakan daftar  film yang menghabiskan banyak biaya untuk proses pembuatannya, film mana favorit kamu? slot

1. Pirates of Carribean : Dead Men’s Chest – $378.5 million

Film Layar Lebar Dengan Biaya Termahal

Seperti pada film Harry Potter, banyak juga yang menjadi penggemar dari film Pirates Of Caribbean. Dan diantara semua deretan seri film Pirates Of Carribean yang memiliki biaya pembuatan sangat mahal adalah seri Dead Men’s Chest.

 Dari efek khusus hingga bayaran para aktris dan aktor hingga musik, angsuran keempat dalam seri Pirates of the Caribbean menarik semua perhatian para penggemarnya. Film kelima, Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales, dibuat dengan biaya $ 342 juta. Film ini diputar di bioskop pada 26 Mei 2017.

2. Titanic – $ 295 juta

Film Layar Lebar Dengan Biaya Termahal

Katakan apa yang Anda mau tentang Titanic, tetapi pada tahun 1997, itu adalah hal terbaik yang pernah kami lihat. Hingga saat ini, film ini masih terikat dengan Ben-Hur untuk sebagian besar Oscar yang dimenangkan oleh sebuah film tunggal dan berada di urutan kedua, setelah Avatar, sebagai film dengan pendapatan tertinggi dalam sejarah. Pada saat rilis, itu adalah film paling mahal yang pernah dibuat, dan, bahkan hari ini, hanya dua film yang harganya lebih mahal. Mungkin agak murahan dan kisah cinta Jack dan Rose sedikit dimainkan berlebihan, tetapi jika pernah ada klasik tahun 90-an, ini dia.

3. Spider-Man 3 – $ 294 juta

Spider-Man 3 adalah yang paling mahal dan tidak diragukan lagi yang terburuk dari trilogi. Sutradara legendaris Sam Raimi memulai dengan film-film horor anggaran rendah seperti The Evil Dead – apakah hampir tiga juta dolar lebih dari yang bisa dia tangani? Roger Ebert berkata, “Singkatnya, Spider-Man 3 berantakan. Terlalu banyak penjahat, terlalu banyak untaian alur pucat, terlalu banyak kesalahpahaman romantis, terlalu banyak percakapan, terlalu banyak kerumunan jalanan yang memandang tinggi ke udara dan berteriak ‘oooh!’ Dengan cara ini, kemudian memutar dan meneriakkan ‘aaah!’ Dengan cara itu. “

4. Kusut – $ 282 juta

Tangled bukan satu-satunya film animasi dalam daftar ini – film animasi termahal sepanjang masa. Alasannya? Rambut Rapunzel. Butuh pengembang perangkat lunak dan animator selama enam tahun untuk membuat program yang akan memungkinkan acre rambut bergerak secara alami, serta untuk menyempurnakan tampilan film agar sesuai dengan klasik Disney yang lebih tua. Waktu dan uang mereka dihabiskan dengan baik, karena film ini diterima dengan baik oleh anak-anak, kritikus, dan orang dewasa.

5. Avengers: Age of Ultron – $ 279 juta

Dengan setiap film, para pemeran The Avengers tumbuh, demikian pula anggaran mereka. Lagi pula, menyatukan nama-nama seperti Robert Downey Jr., Scarlett Johansson, dan Don Cheadle tidak murah – dan itu hanya menyebutkan beberapa saja! Untungnya, para Avengers selalu membunuh di box office, dengan yang satu ini menghasilkan lebih dari satu miliar dolar.

6. Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran – $ 276 juta

Beberapa film benar-benar membutuhkan anggaran besar, dan Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran adalah salah satunya! Sementara pendahulunya, Orde Phoenix, disambut dengan tinjauan beragam, Pangeran Berdarah Campuran diterima dengan baik, bahkan oleh para kritikus yang bukan penggemar berat dunia Harry Potter. Kristian Lin mengatakan yang terbaik dalam ulasannya, yang berbunyi: “Setiap film yang berfungsi sebagai film thriller mata-mata, kisah cinta, dan film horor sekaligus sangat luar biasa. Anda mungkin mengatakan itu membutuhkan cukup banyak ilmu sihir. ”

7. John Carter – $ 272 juta

John Carter, tanpa diragukan lagi, adalah salah satu kesalahan terbesar yang pernah dibuat Disney. Mereka kehilangan lebih dari $ 200 juta dan menerima kritik keras karena kurangnya plot film. Jika Anda belum melihatnya, pandangan sekilas ke pratinjau memberi tahu Anda segala sesuatu yang perlu Anda ketahui. David Denby dari New Yorker menyebutnya dengan sederhana, “Berantakan.”

8. Waterworld – $ 267 juta

Pada 1995, Waterworld adalah film termahal yang pernah dibuat … dan gagal total. Penonton dan kritikus sama-sama berpikir akting itu buruk dan plotnya konyol, tetapi, hari ini, itu mencapai sesuatu yang berstatus kultus. Waterworld seperti film Ed Wood – sangat buruk sehingga benar-benar bagus. Di Universal Studios Jepang, sebuah atraksi yang disebut “Waterworld: A Live Sea War Spectacular” masih berdiri dan berjalan hingga hari ini.

9. Avatar – $ 261 juta

Ingat film yang sangat panjang dengan orang-orang biru? Ya, tidak ada yang tahu. Setelah sutradara James Cameron membungkus Titanic pada tahun 1997, ia berangkat untuk membuat film yang telah ia impikan sepanjang hidupnya – Avatar. Pada tahun 2009, film yang paling populer akhirnya dirilis, menghasilkan lebih dari $ 2 miliar di box office dan dengan cepat menjadi film terlaris sepanjang masa. Namun, seiring berlalunya waktu, itu terbukti tidak begitu berkesan. Tanpa fiksi penggemar, cosplay, atau utas Reddit untuk mengangkatnya ke status kultus, Avatar lenyap, tetapi Cameron masih memiliki rencana untuk tiga sekuel.

10. King Kong (2005) – $ 251 juta

Pada 187 menit, banyak penonton merasa bahwa King Kong 2005 terlalu lama untuk dinikmati. Naomi Watts dan Adrian Brody sangat hebat dan efek spesialnya sangat bagus, tetapi sutradara Peter Jackson, yang baru saja sukses dengan Lord of the Rings, sepertinya sudah lupa tentang penyuntingan. Menimbang bahwa Kembalinya Sang Raja memiliki waktu berjalan selama 201 menit, ia mungkin berada dalam pola pikir yang lebih lama lebih baik.

11. Captain America: Perang Saudara – $ 250 juta

Jika Anda melihat hanya satu film di bioskop musim panas ini, kami berharap itu adalah Captain America: Civil War. Dengan pendapatan $ 1,1 miliar di seluruh dunia, ini adalah film dengan pendapatan tertinggi ke-12 sepanjang masa, tetapi, yang lebih penting, film ini menghasilkan semua yang ingin dilihat oleh penggemar Marvel. AP Kryza dari Williamette Week mengatakan, “Perang Saudara itu menyenangkan. Itu cerdas. Itu koheren. Ini memungkinkan jantungnya berdetak kencang di tengah kekacauan, dengan momen-momen karakter dan mengatur karya-karya yang bekerja bersama-sama untuk menciptakan film Marvel mungkin yang terbaik sejauh ini. ”

Pesan Positif Dalam Film “Imperfect”

Pesan Positif Dalam Film “Imperfect” – Siapa yang tak ingin memiliki tubuh ideal, sukses di karier dan pergaulan? Padahal, “tubuh ideal” sendiri merupakan standar yang diciptakan oleh media dan sebuah industri kecantikan. Sayangnya, banyak orang tua terjebak untuk menerapkan standar ini pada anak-anaknya, bahkan pada dirinya sendiri.

Hal ini mirip dengan standar “pintar” yang masih banyak dipahami orang tua sebagai mendapat nilai bagus di sekolah. Akibatnya, anak yang tidak memenuhi standar tersebut merasa tertekan karena merasa tidak mendapatkan dukungan orang tua.

Pesan Positif Dalam Film “Imperfect”

Film Imperfect karya Ernest Prakasa dan istrinya, Meira Anastasia, menceritakan bagaimana Rara (Jessica Mila) berjuang untuk mencintai dirinya sendiri sejak kecil dengan tubuh yang lebih berat dari orang seusianya. Ayahnya yang selalu mencintai ia apa adanya meninggal menjelang Rara remaja, sementara ibunya (Karina Suwandi) selalu mengingatkan Rara untuk membatasi makanannya agar tidak gendut. situs slot

Rara semakin tertekan karena adiknya seorang artis Instagram yang sangat cantik dan langsing, yang membuat orang selalu membandingkannya dengan adiknya. Rara juga menjadi sasaran ejekan di tempat kerjanya karena penampilan cueknya bertolak belakang dengan sebagian besar karyawan perusahaan kosmetik tempat ia bekerja. situs slot

Pesan Positif Dalam Film “Imperfect”

Karena suatu hal, Rara pun melakukan diet mati-matian untuk menjadi “ideal”. Meskipun garis besar film ini seolah mengisahkan perjuangan diet Rara, namun sebenarnya terdapat pesan penting yang relevan bagi orang tua dalam hal pengasuhan anak dan remaja agar tumbuh menjadi anak yang percaya diri dan mampu menghargai dirinya sendiri. Inilah alasan mengapa orang tua perlu menonton film Imperfect:

1. Agar orang tua mampu memahami bahwa anak bisa tertekan karena komentar “sepele”

Bagi ibu Rara, komentar seperti “Inget paha (yang besar)..!” mungkin hanya bermaksud mengingatkan agar Rara tidak terlalu banyak makan. Namun, bagi Rara yang konsisten mendapat komentar sejenis, hal ini mempengaruhi kepercayaan dirinya. Pipi tembam, betis besar, kulit gelap, dan sejumlah keluhan khas wanita kenyataannya mampu mempengaruhi kepercayaan diri anak kala remaja dan bisa bertahan hingga dewasa jika ia masih belum bisa menerima dirinya apa adanya. Ini juga berlaku bagi anak laki-laki, lho.

Jadi, coba bayangkan komentar tersebut ditujukan pada diri Anda sendiri. Jika rasanya tidak nyaman, jangan katakan hal tersebut pada anak meskipun hanya ingin bergurau. Anak yang tidak percaya diri tidak mampu melihat kelebihan dirinya, selalu merasa gagal, dan lebih mudah terpengaruh oleh lingkungan negatif yang membuatnya merasa berharga.

2. Agar orang tua menekankan pada anak bahwa penampilan tidak menentukan kebahagiaan dan harga dirinya

Setiap orang tumbuh besar dengan nilai-nilai yang dianggap penting, dan ini diwariskan dalam keluarga atau dipelajari dari lingkungan sekitarnya.

Anak yang tumbuh besar dengan banyak komentar fisik dari orang tua akan menangkap pesan bahwa penampilan itu penting, lebih penting dari kemampuan lain yang sebenarnya ia miliki.

Apalagi, remaja adalah fase dimana seseorang kerap merasa inscure (cemas akan dirinya, tidak percaya diri) tentang penampilan dan penerimaan lingkungan pertemanannya. Karenanya, orang tua perlu menyampaikan pada anak bahwa kebahagiaan tidak ada ditentukan oleh penampilan, begitu juga harga dirinya.

3. Agar orang tua menghargai pencapaian anak

“Kok, makan coklat lagi? Nanti dietmu gimana?”

Kalimat tersebut maksudnya baik, agar jerih payah Rara dalam berdiet tidak sia-sia. Namun, jika pujian yang diterima lebih sedikit daripada komentar semacam tadi, anak akan menganggap usahanya selama ini tidak cukup baik. Ada anak yang semakin termotivasi untuk membuktikan perjuangannya, namun ada yang akhirnya stres karena lelah memenuhi standar keberhasilan yang ditetapkan orang tuanya. 

4. Agar orang tua bisa mengajak anak melihat kelebihannya

“Masih staf kok, bukan manajer.”

Begitu komentar ibu Rara saat teman-temannya memuji Rara yang bekerja di perusahaan kosmetik. Bisa saja ibu Rara bermaksud merendah, namun bagi Rara hal tersebut menyiratkan bahwa dirinya tidak cukup berhasil. Padahal, Rara rutin mengajar di sekolah bagi anak-anak kurang beruntung di lokasi pembuangan sampah.

Ibunya mungkin tidak menganggap hal tersebut sebagai kelebihan, Rara pun tidak menganggapnya suatu pencapaian. Malah, kekasihnya (Reza Rahadian) lah yang membuatnya sadar bahwa keikhlasan Rara berbagi ilmu dengan anak-anak tersebut adalah suatu kelebihan.

5. Agar orang tua dapat berdamai dengan masa lalu

Ini hal paling penting yang mungkin mendasari alasan sebagian besar orang tua untuk membuat anaknya begini dan begitu: masa lalu.

Di akhir cerita, ternyata ada satu hal yang berhubungan dengan masa lalu ibu Rara yang membuatnya tanpa sadar selalu “menekan” Rara untuk bisa berbadan langsing dan berpenampilan cantik. Tentu, setelah ia menyadarinya, perilakunya pun turut berubah.

Andai saja setiap orang tua bisa mencari tahu sejak awal mengapa secara tak sadar mereka ingin anaknya mencapai hal tertentu, tentu pengasuhan yang salah dapat dihindari.

Berapa pun usia anak Anda sekarang, masih belum terlambat untuk memperbaiki sudut pandang Anda dalam menilai “harga” seorang anak.

Permasalahan yang ada dalam film ‘Imperfect’ cukup kompleks dan relevan dengan kehidupan nyata. Faktanya, selama ini banyak orang yang berkecil hati karena penampilan mereka yang tak sesuai dengan standar yang ditetapkan masyarakat.

Bodyshaming sendiri seakan dianggap menjadi lelucon yang biasa saja. Padahal, hal tersebut bisa saja meninggalkan luka mendalam bagi seseorang yang merasakannya.

Konflik dalam film ‘Imperfect’ juga berlapis seperti bawang. Ketika Rara telah mencapai body goal-nya, ternyata masalah tak berhenti sampai di situ. Dia harus menghadapi konflik hidup yang lebih luas lagi.

Meskipun isu yang ada dalam film ini begitu sensitif, namun Ernest dan Meira mampu membangun cerita dengan ringan dan menghibur. Sederet komedi yang ada di film ini mampu membuat kita melihat masalah bodyshaming dari sudut pandang yang lain.

Drama keluarga yang dihadirkan dalam ‘Imperfect’ juga begitu kuat. Tak seperti film-film Ernest sebelumnya, adegan puncak di film ini terasa begitu menyedihkan, nyata, dan mengena di hati.

Pesan-pesan yang disampaikan dalam film ini mampu tersampaikan dengan baik ke penonton. Ernest seakan mengajak kita untuk bercermin, apakah selama ini kita masih melakukan perisakan pada orang-orang di sekitar, dan bagaimana dampak yang dirasakan oleh orang tersebut.

Cast yang bagus mendukung jalan cerita

Selain jalan cerita yang menarik, apiknya film ‘Imperfect’ juga didukung oleh para pemain yang tampil dengan totalitas. Salah satunya adalah Jessica Mila.

Film ini menjadi ajang pembuktian Jessica Mila sebagai salah satu aktris terbaik di Tanah Air. Transformasinya sebagai Rara patut diacungi jempol.

Tak hanya sekadar perubahan bentuk fisiknya, namun ia juga bisa memainkan emosi Rara saat masih gemuk dan ketika sudah kurus. Perasaan sakit hati karena memendam kesal bertahun-tahun disampaikan dengan baik oleh aktris berusia 27 tahun itu.

Film Terlaris Angga Sasongko ‘NKCTHI’

Film Terlaris Angga Sasongko ‘NKCTHI’ – ‘Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini’ (NKCTHI) menjadi film nasional paling hits sepanjang akhir pekan lalu, ditonton dan tak henti-hentinya dibicarakan khalayak ramai hingga hari ini. Tak kurang dari 445.000 pasang mata, selepas tiga hari tayang sejak Kamis lalu, telah menyaksikan karya Angga Dwimas Sasongko, sang sutradara, sebagai film terbaiknya sejauh ini.

Lantas hashtag #NKCTHIcanrelate menjadi trending di Twitter, membuka wacana tentang betapa begitu banyak penonton yang menganggap tawaran kisah NKCTHI mewakili perjalanan hidup mereka. slot online

Film Terlaris Angga Sasongko 'NKCTHI'

Bagaimana tidak, setiap dari kita tentulah seorang anak sulung seperti Angkasa (Rio Dewanto, ‘Filosofi Kopi’, ‘Bulan di Atas Kuburan’), atau anak tengah seperti Aurora (Sheila Dara, ‘Eggnoid’, ‘Bridezilla’) atau anak bontot seperti Awan (Rachel Amanda, ‘Dua Garis Biru’, ‘Terlalu Tampan’) di keluarga kita masing-masing. Dan, pada satu, dua, atau lebih kesempatan kita pun pasti sempat berselisih dengan anggota keluarga kita yang lain. Mungkin cuma golongan anak semata wayang, yang bakal kesulitan relate terhadap film adaptasi dari buku best seller flash fiction berjudul sama karya Marchella FP ini. slot online

Syahdan sewaktu kecil Awan si anak bontot, sempat tertabrak motor sepulang sekolah, ketika kedua kakaknya, Angkasa dan Aurora lengah mengawasinya. Ayah (Oka Antara, ‘Foxtrot Six’, ‘Aruna dan Lidahnya’) marah kepada Angkasa dan berpesan agar selalu menjaga kedua adiknya sebaik-baiknya. Tugas Ayah dan Ibu hanya memproduksi kalian untuk terlahir ke dunia ini, tugasmu lah sebagai kakak untuk menjaga adik-adikmu! Mungkin begitu pesan tersirat di kepala Ayah, yang tak pernah tercetus, manakala ia memelototi Angkasa yang tengah menangis, dirundung rasa bersalah yang tak semestinya ia pikul sendiri.

Film Terlaris Angga Sasongko 'NKCTHI'

Sampai Awan dewasa, Ayah masih meminta Angkasa untuk menjaganya, seperti dengan teratur menjemputnya pulang setiap jam kantor usai. Hingga Awan kecelakaan lagi. Tetapi, keadaan kini tak seperti dulu. Angkasa tak menangisi kemalangan yang menimpa adiknya itu, tetapi sikap Ayah (kemudian diperankan Donny Damara, ‘Lovely Man’, ‘Mari Lari’) masih sama seperti dulu. “Kalau Ayah bilang jemput Awan di kantor, jemput dia di kantor! Bukan di tengah jalan!” hardik Ayah kepada Angkasa yang bersikap enggan untuk disalahkan.

Di permukaan persoalan menjaga Awan seprotektif itu memang terkesan sepele dan terlalu dibesar-besarkan for the sake of conflict per se. Tetapi rupanya trio penulis naskah Jenny Jusuf (‘Mantan Manten’, ‘Ngenest’), Angga Dwimas Sasongko (‘Filosofi Kopi the Movie 2’, ‘Cahaya dari Timur’), dan Melarissa Sjarif sudah menyiapkan segala pembenaran untuk itu yang disimpan rapat-rapat hingga paruh akhir babak kedua. Dan terus terang saja, saya tak menyangka twist-nya demikian. Padahal dari awal film bermula, sudah banyak petunjuk yang diperlihatkan sebagai planting atas pay off yang tak terduga itu.

Pengarahan Angga sebagai sutradara luar biasa, terutama dalam mengarahkan pemain dan bagaimana menata adegan-adegan dari masa lalu dan masa kini saling berkelindan, menjaga cerita terus bergerak sambil tetap menutupi misteri serapat mungkin agar ketika ia terbuka, kita terkejut dan terkesima.

Tetapi, saya tak suka hasil kerja penata artistik film ini, entahlah, bagi saya penataan properti — atau apa pun itu yang bakal tertangkap kamera baik di latar depan atau belakang, semestinya bukan soal menciptakan dekorasi ruangan sekece-kecenya, tetapi bagaimana dekorasi itu dapat tampil lumrah seperti yang biasa kita jumpai di rumah kita masing-masing. Sedikit berantakan bakal memberi kesan nyata itu. Apalagi di rumah sebesar itu, tak pernah terlihat ada ART atau Ibu sedang beres-beres rumah. Adrianto Sinaga, alih-alih bertindak sebagai desainer produksi, ia seolah sedang bekerja sebagai desainer interior yang sedang ikut pameran property expo di JCC.

Dan, durasi 120 menit adalah waktu yang terlalu panjang bagi film drama keluarga yang sebetulnya konfliknya tidak rumit-rumit amat ini. Saya biasanya tak memiliki masalah dengan lamanya durasi film, asal film tersebut memiliki beat yang enak, urutan adegan ke adegan yang mengalir lancar dalam hal menjaga pace agar konsisten asik diikuti, ada turun ada naik yang dirancang sedemikian rupa. Film ini bermasalah dalam pengaturan beat-nya, dan terutama bangunan para karakternya.

Awan adalah hero atau protagonis kita di film ini, maka kita menyaksikan film ini lewat sudut pandangnya. Tetapi, bagaimana babak pengenalannya bermula? Siapa ia di awal dan siapa ia di akhir kisah adalah pertanyaan yang mesti dielaborasi sejak naskah skenario ini masih dalam pikiran para penulisnya.

Di awal kita tak tahu persoalan yang Awan hadapi, bahkan saya sempat mengira justru karakter Ayah adalah jagoan kita, sebab ia mendapatkan treatment yang semestinya berlaku bagi protagonis utama, yakni ia diberikan bahan-bahan pengundang kesimpatikan, seperti misalnya penggambaran akan dirinya sebagai orang tua dan suami yang berusaha sekuatnya untuk menjadi yang terbaik; mampu memberi nasehat-nasehat yang baik kepada anak-anaknya, jago masak, dan ketika istrinya sedang terpuruk hingga tak mampu beranjak, ia di sana memberi dukungan terbaiknya. Ketika ia mendekati istrinya yang sedang terisak di bawah kucuran shower, dan ia peluk tanpa berucap sepatah kata pun, simpati saya untuknya sudah tak tertawar lagi.

Lantas menjadi rancu, untuk tak menyebutnya inkonsisten, jika kemudian Ayah dicitrakan sebagai figur kolot, pengekang kebebasan anak-anaknya, dan jika sifat-sifat buruk ini yang ingin diperlihatkan pembuat film kepada kita, mengapa ia juga digambarkan sebagai figur yang humoris dan hangat? Ingat adegan candle light dinner di rumah Ibu ketika mereka masih pacaran? Rasanya karakter Ayah yang dimainkan Oka dan Donny jadi terlihat seperti dua karakter yang berbeda.

Kembali kepada Awan, si tokoh utama kita. Menjelang akhir babak pertama ia berkenalan dengan Kale, sang katalis film ini. Sejak bergaul dengan Kale, Awan jadi lebih sulit untuk dikontrol baik oleh Angkasa juga oleh Ayah. Lantas konflik demi konflik seputar bagaimana membuat Awan agar tidak pulang malam semakin meruncing, puncaknya adalah terkuaknya rahasia besar yang selama ini disimpan rapat-rapat oleh Ayah dan Ibu. Semua bermula karena Awan bertemu dengan sang katalis.

Tetapi, sebagai protagonis, Awan tak di-treatment selaiknya karakter utama mesti ditulis. Ia tak pernah mengundang simpati sejak awal. Tak pernah ada set up misalnya, pada babak pengenalan, Awan dikisahkan sedang berbuat baik, seperti Ayah dikisahkan jago masak, jago merayu Ibu, apa pun itu, sebuah usaha kecil yang mampu menarik rasa simpati kita terhadapnya.

Tahu film ‘Aladdin’ kan? Yang animasi dan versi buat ulangnya sama saja. Nah, bagaimana kita bisa bersimpati kepada karakter Aladdin si pemuda pemalas, pencuri pula? Nah, di awal film ada adegan kecil yang memperlihatkan Aladdin mencuri buah, lantas ia dikejar-kejar orang yang berusaha menangkapnya. Ketika sedang sembunyi, ia melihat seorang anak kecil tengah kelaparan. Buah yang dicurinya ia berikan kepada si anak tersebut. Itulah yang saya maksud dengan pembangun rasa simpatik.

Ulasan Film IP-Man 4 The Finale

Ulasan Film IP-Man 4 The Finale – Seri terakhir dari Ip Man saga akhirnya tayang di layar lebar. Ip Man 4: The Finale, mulai tayang pekan ini di bioskop. Sesuai judulnya, Ip Man 4: The Finale menjadi akhir dari perjalanan dan petualangan Master Ip Man (Donnie Yen). Yang menjadi dasar cerita dari film ini adalah kondisi kesehatan Master Ip Man dan konflik yang muncul setelah itu.

Konflik dalam film ini sendiri dibuat tidak terlalu rumit dan cakupannya tidak begitu luas. Konflik yang digambarkan adalah konflik personal antara Master Ip Man dan beberapa karakter yang ada di film. Film yang diperankan oleh aktor Donnie Yen ini kembali dipercaya untuk memerankan Ip Man, jagoan wing chun dari Tiongkok yang juga merupakan guru dari aktor laga Bruce Lee. Film tersebut kini sudah rilis di berbagai bioskop di Indonesia. idn slot online

Hadirnya karakter baru di film ini juga ikut menambah konflik baru yang pada akhirnya bersinggungan dengan keadaan yang harus dihadapi oleh Master Ip Man. idn slot online

Setting tempat juga kali ini tak banyak menggunakan lokasi di China, melainkan sebagian besar setting tempat di film ini diceritakan di Amerika Serikat.

Perjalanan Master Ip Man ke Amerika Serikat sendiri diawali dengan permintaan sang murid, yang tak lain dan tak bukan adalah Bruce Lee.

Ulasan Film IP-Man 4 The Finale

Hadirnya Bruce Lee (yang diperankan oleh Danny Chan Kwok-kwan) tak hanya menjadi plot device dalam film ini, tetapi sekaligus menjadi sajian yang sangat menghibur. Meski hanya mendapatkan screen time yang sedikit, hadirnya Bruce Lee dieksekusi dengan baik sehingga menjadi nilai plus dari film ini.

Selain Bruce Lee, karakter lain yang cukup menonjol sebagai plot device adalah Yonah (Vanda Margraf), selain menambah keindahan visual dengan wajah cantiknya, karakter Yonah juga mudah untuk disukai oleh penonton.

Humor dalam film ini juga disajikan dengan porsi yang pas dan hadir di waktu yang tepat. Sayangnya, kesedihan di akhir film kurang disampaikan dengan baik sehingga fondasi di awal menjadi kurang terasa ketika mendekati ending.

Ulasan Film IP-Man 4 The Finale

Overall, Ip Man 4: The Finale sangat cocok disaksikan di akhir tahun 2019 ini karena menyajikan cerita yang konfliknya cukup lengkap elemennya.

Franchise film ‘Ip Man’ bermula sejak 2008. ‘Ip Man 4: The Finale’ sendiri adalah film terakhir yang mengangkat kisah hidup sang legenda bernama asli Yip Ka-man itu.

Di sisi lain, ‘Ip Man 4: The Finale’ akan menjadi film laga terakhir dari Donnie Yen. Telah berusia 56 tahun, Yen ingin pensiun dari film laga yang mengharuskannya mempraktikkan adegan-adegan berat dan berbahaya.

Disutradarai oleh Wilson Yip dari naskah karya Hiroshi Fukazawa dan Edmond Wong, film bercerita tentang kehidupan Ip Man (Donnie Yen) di masa tua. Ia beranjak dari Hong Kong ke Amerika Serikat untuk memenuhi undangan dari sang murid, Bruce Lee (Danny Chan Kwok-kwan), sekaligus mencari sekolah bagi anaknya yang pembangkang, Ching (Ye He).

Ketika sampai di Amerika Serikat, Ip Man justru dikejutkan dengan sikap masyarakat kulit putih yang sangat rasis dan jahat terhadap kaum Tionghoa. Ahli tai chi, Master Wan (Wu Yue), juga membenci sikap Ip Man yang membiarkan Bruce Lee mengajarkan seni bela diri Tionghoa pada orang-orang kulit putih.

Di sisi lain, Master Wan adalah kepala dari Chinese Benevolent Association. Meski dongkol, mau tidak mau Ip Man harus mendapatkan rekomendasi dari Wan jika sang anak ingin bersekolah di Amerika Serikat.

Tidak hanya masalah antara dua jagoan kung fu yang saling bertolak belakang mengenai prinsip penyebaran budaya Tionghoa, hadir pula dua pelatih Angkatan Laut Amerika Serikat yang rasis, Geddes (Scott Adkins) dan Collin (Chris Collins). Geddes dan Collin yang sangat menyukai karate tidak senang ketika salah satu pelatih, Hartman (Vanness Wu), berupaya memasukkan unsur bela diri Tionghoa ke dalam kurikulum.

Bagaimana cara Ip Man menyelesaikan semua masalah itu? Masih bisa kah Ip Man bertarung di usia yang sudah senja? Akankah ada jalan keluar yang baik bagi semua pihak?

Untuk mengetahui hal-hal itu, silakan tonton ‘Ip Man 4: The Finale’. Pastinya, film ini cocok bagi mereka yang rindu melihat aksi keren Donnie Yen di film-film laga berunsur budaya Tionghoa.

Melalui ‘Ip Man 4: The Finale’, sutradara Wilson Yip berhasil membuktikan bahwa dirinya mampu membuat film laga yang keren. Ia mampu membuat tokoh Ip Man yang kala itu diceritakan telah berusia 71 tahun nampak sangat jago dalam melakukan seni bela diri wing chun.

Film juga menawarkan pertarungan antara wing chun dengan disiplin bela diri lain, yaini tai chi dan karate. Semua pecinta film action tentu akan merasa senang melihat gerak bela diri yang sangat beragam di dalam film.

Yip juga tidak memberi porsi yang berlebihan pada sosok Bruce Lee. Ia tetap fokus menceritakan kisah hidup Ip Man dan hanya beberapa kali menghadirkan Lee di layar.

Dari segi aktor, Donnie Yen sukses memerankan tokoh Ip Man. Film ini benar-benar mengukuhkan satu fakta bahwa memang tidak ada aktor berdarah Tionghoa lain yang cocok untuk memerankan Ip selain Yen.

Scott Adkins juga sukses berperan sebagai tokoh antagonis utama di film ini. Melalui ‘Ip Man 4: The Finale’, Adkins memamerkan kepiawaian bela dirinya pada dunia.

Namun, Wilson Yip tetap melakukan kesalahan yang sama seperti film ‘Ip Man’ (2008). Ia terlalu banyak memasukkan sub-tema yang terasa kurang penting dan justru mengganggu tema utama dalam film, yakni perbedaan perspektif mengenai persebaran budaya Tionghoa.

Memang sub-tema itu memberi pesan moral yang lebih pada penonton. Namun, pada akhirnya, tidak terbangun narasi yang baik dan film pada akhirnya agak sukar untuk mengikuti jalan cerita yang sudah ada.

Kesimpulannya, ‘Ip Man 4: The Finale’ akan sangat seru untuk disaksikan oleh pecinta film-film laga yang mengangkat budaya Tionghoa. Akting para aktor pun tergolong keren dan hampir semua adegan laga yang tersaji terasa seru serta menegangkan.

Namun, narasi dalam film terasa kurang baik, karena sub-tema yang terlalu banyak. Alhasil, film terasa agak membingungkan dan mungkin, membosankan bagi mereka yang mengutamakan alur cerita ketimbang adegan laga.

– Alur Cerita

Jin, putra tunggal IP Man kembali berulah di sekolahnya. Dan ini memaksa pihak sekolah mengeluarkan Jin. Mau tidak mau, Ip Man sebagai orang tua harus mencarikan sekolah baru untuk Jin. Sebuah momen mendorong Ip Man untuk pergi ke Amerika untuk mencari calon swaka baru untuk Jin.

Seperti kebanyakan anak muda, Jin punya kemauan sendiri yang membuat Ip Man dilema. Dalam kunjungannya ke Amerika, Ip Man malah dihadapkan dengan masalah yang melibatkan Bruce Lee (Kwok-Kwan Chan), salah satu muridnya yang dianggap melakukan kesalahan fatal terhadap asosiasi warga cina di Amerika.

Permasalahan ternyata merambat ke hal yang lebih pelik. Asosiasi masyarakat cina di Amerika ternyata mendapat penindasan yang akhirnya memaksa Ip Man harus turun tangan.

Film Terbaik Yang Hadir Di 2020

Film Terbaik Yang Hadir Di 2020 – Menonton film di bioskop bisa menjadi salah satu kegiatan di sela-sela kesibukan dan rutinitas sehari-hari pada awal Januari 2020. Terlebih sejumlah film baru dari berbagai genre baik luar maupun dalam negeri siap menanti untuk ditonton. Selain cerita soal kelanjutan kisah Cinta Si Doel, ada juga film horor Surat Kematian yang pengambilan gambarnya di Kota Gudeg. Film action 1917 yang disutradai oleh Sam Mendes pembuat James Bond (Skyfall) juga dapat menjadi referensi tontonan bioskop di Januari 2020. Berikut sejumlah film yang tayang bulan Januari 2020:

1. Akhir Kisah Cinta Si Doel Akhir Kisah Cinta Si Doel adalah film ketiga dari trilogi Si Doel the Movie. idnslot

Akhir Kisah Cinta Si Doel adalah film ketiga dari trilogi Si Doel the Movie. Seperti judulnya, film ini masih bercerita soal kisah cinta segitiga Doel, Sarah dan Zaenab.  Kegembiraan tercurah kepada keluarga Doel (Rano Karno) saat Sarah kembali ke Jakarta bersama Dul (Rey Bong). Walaupun ada kebahagiaan, tetap saja, kepulangan Sarah akan kembali menyeret Zaenab dan Doel ke dalam ombak cinta segitiga. Zaenab yang positif hamil berada dalam kebimbangan. Dia masih trauma pernah kehilangan buah hati di masa lalu. Tak hanya itu, Zaenab kini harus memilih antara tetap berada di sisi Doel atau merelakannya demi menyatukan kembali sebuah keluarga. Sarah juga tidak kalah pelik keadaannya. Dia harus memutuskan apakah akan mantap bercerai dengan Doel atau rujuk kembali demi Dul si buah hatinya. Rencananya film Doel ini mulai tayang pada 23 Januari. idnslot

2. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI)

Film Terbaik Yang Hadir Di 2020

Film yang diangkat dari buku dengan judul yang sama itu sudah bisa dinikmati di akhir pekan pertama Januari. Film ini diketahui bercerita mengenai sebuah keluarga yang sebenarnya menyimpan rahasia. Penonton akan diajak menyelami kehidupan Angkasa (Rio Dewanto), Aurora (Sheila Dara) dan Awan (Ra-chel Amanda), kakak beradik yang hidup dalam keluarga yang tampak bahagia. Awan berkenalan dengan Kale, seorang laki-laki eksentrik yang memberikannya pengalaman jatuh bangunnya hidup. Sikap Awan pun berubah. Lalu ia mendapat tekanan dari orang tuanya. Hal tersebut mendorong pemberontakan ketiga kakak beradik yang menyebabkan terungkapnya rahasia dan trauma (luka) besar dalam keluarga mereka.

Dari pesan-pesan yang ada di buku itu diracik menjadi sebuah cerita dengan kisah keluarga yang menyimpan sebuah rahasia. Kisah keluarga Narendra dengan kehidupan sehari-hari sebagai anak, baik menjadi kakak, anak tengah, maupun anak bungsu, serta menjadi seorang ayah dan ibu.

Visualnya yang indah ini menjadi nilai lebih film ini walaupun ceritanya terbilang ringan. Tidak hanya itu saja, soundtrack yang ada di film ini juga memperkuat ceritanya.

3. Surat dari Kematian

Film Terbaik Yang Hadir Di 2020

Max Pictures kembali menghadirkan sebuah film horor yang diangkat dari novel best seller berjudul sama, Surat Dari Kematian. Dan setelah Gala Premiere semalam, berikut saya tuangkan pendapat saya lewat Review Film Surat Dari Kematian arahan Hestu Saputra dan produser Ody Mulya ini.

Film di Januari 2020 juga menyajikan film horor. Salah satunya adalah Surat dari Kematian. Film yang dibintangi oleh Carissa Perusset, Jerome Kurnia, Omara Esteghlal, dan Endy Arfian ini berlatarbelakang di Yogyakarta. Zein gagal membuktikan adanya legenda urban hantu Mbak Rohanna di Jembatan Perawan, Yogyakarta.  Hal itu membuatnya harus mencari tempat lain untuk konten YouTube Zein dan teman-temannya.  Akhirnya mereka melakukan aksi mengerikan di tengah kota Yogyakarta lalu mengaku mendapat surat kematian.  Ada ancaman jika perintah dalam surat tersebut tidak dilakukan, maka akan terjadi pembunuhan.

Film menceritakan kisah Kinan (Carissa Perusset) yang dalam versi layar lebarnya ini, Ia diceritakan sebagai seorang jurnalis, yang sedang mendalami fakta-fakta terkait lokasi-lokasi angker di sekitaran UGM.

Kinan bersahabat dengan Zein (Endy Arfian), yang dikisahkan memiliki Indra keenam dan kemampuan melihat mahluk astral. Walaupun Kinan tidak begitu percaya tentang hal-hal ghaib termasuk kemampuan Zein, tapi Kinan acap kali meminta bantuan Zein untuk pekerjaan yang sedang dijalaninya.

Gagal membuktikan adanya hantu Mbak Rohanna di jembatan perawan, membuat Zein mengusulkan berbagai pilihan tempat angker lain pada Kinan. Zein meyakini, disekitar UGM bertebaran banyak lokasi angker yang bisa menjadi objek penyelidikan Kinan.

Adalah Pasha (Omara N. Esteghlal), seorang mahasiwa yang ternyata satu kampus dengan mereka, melakukan aksi memalukan di tengah kota Yogyakarta dengan mengaku mendapat surat dari kematian. Surat tersebut mengancam, apabila Pasha tidak melakukan apa yang diperintahkan padanya seperti yang ada di dalam surat, maka kematian akan menjemputnya dalam waktu kurang dari sebulan.

Kabar tersebut tentu sangat menghebohkan. Dan dari surat tersebut, Zein dan Kinan tergerak untuk menyelidiki Gama Plaza, bangunan tua yang dulunya pernah dijadikan tempat bunuh diri seorang mahasiswa kampus bernama Darius. Namun saat mereka baru memulai penyelidikan, surat berikutnya pun datang lagi ke salah satu mahasiswa kampus, dan kali ini memakan korban.

4. 1917

Film yang disutradarai Sam Mendes ini menghadirkan karya epik Perang Dunia pertama.  Saat itu para prajurit muda Inggris, Schofield (George Mackay) dan Blake (Dean-Charles Chapman) diberi misi yang terlihat mustahil, yaitu sebuah perlombaan melawan waktu. Mereka harus melintasi wilayah musuh dan menyampaikan pesan untuk menghentikan serangan yang dapat merenggut ratusan tentara Inggris. Saudara kandung Blake ada di antara mereka. Film action perang tersebut dikatakan disajikan dalam one shot tanpa henti dari awal hingga akhir film. Film bergenre action ini baru bisa ditonton 22 Januari. 5. Underwater

5. Underwater

Kristen Stewart hadir lagi setelah memainkan film Charlie’s Angels pada November 2019 lalu. Dalam film ini dia menjadi salah satu kru bawah laut. Namun gempa bumi menghancurkan laboratorium bawah tanah mereka. Mereka terancam kehilangan oksigen dan peralatan untuk menunjang kehidupan. Maka mereka memutuskan untuk menyusuri jalan bawah laut dan menuju stasiun berikutnya. Tetapi para kru mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang lebih menakutkan di dasar laut. Film ini baru bisa ditonton di bioskop pada 8 Januari.

6. Nyanyian Akar Rumput

Film ini memenangkan Piala Citra film dokumenter Panjang Terbaik Festival Film Indonesia 2018.  Film yang dibuat dalam waktu 4 tahun itu menceritakan kisah seorang anak bernama Fajar Merah, anak seorang penyair era Orde Baru bernama Wiji Thukul yang hilang bersamaan riuhnya politik tanah air menjelang berakhirnya rezim Orde Baru. Isu-isu HAM diangkat dalam film ini. Di tengah dinamika Pemilihan Presiden 2014, setelah 16 tahun tragedi 98 berlalu, timbul harapan baru pada presiden akan penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM. Film ini rencananya tayang mulai 16 Januari 2020.

7. Doctor Dolittle

Berpetualang ke pulau mitos bersama berbagai hewan dilakukan Dr. John Dolittle (Robert Downey Jr.).  Dia terpaksa melakukan pengembaraan itu karena ratu muda (Jessie Buckley, Wild Rose) jatuh sakit parah. Dalam petualangannya dia tak sendiri, tapi bersama anak magang. Selain itu teman-teman hewan-hewannya seperti gorilla, bebek, burung unta, beruang kutub, dan burung beo juga ikut.  Lebih lengkapnya, film ini akan mulai tayang di bioskop Indonesia sekitar 17 Januari 2020.

Film Hollywood Terlaris 2019

Film Hollywood Terlaris 2019 – Sebuah film biasanya memiliki sebuah target ketika sudah tayang nanti, target tersebut pada umumnya adalah mendapatkan keuntungan yang besar dan meraih jumlah penonton sebanyak mungkin.

Di sepanjang tahun ini saja banyak judul film yang berhasil mencapai target tersebut, namun ada juga yang justru memecahkan rekor yang telah ada sebelumnya. idn slot

Terdapat beberapa judul film dari luar negri atau dalam negri yang berhasil memecahkan rekor tersebut. Berikut ini adalah judul-judul film tersebut: idn slot

1. Avengers: Endgame

Film Hollywood Terlaris 2019

Siapa yang tidak tau dengan film fenomenal yang diputar pada bulan April ini? Film yang menunjukkan perang terakhir para Avengers dengan musuh mereka Thanos. Film ini juga menjadi film terakhir yang bisa kita saksikan untuk melihat Avengers kesayangan kita bekerja bersama melawan musuh. Selain itu Film Avengers : Endgame ini juga menjadi film terlaris sepanjang masa dan berhasil mengalahkan Avatar yang sudah menjadi film paling laris 10 tahun terakhir.

Sebagai sebuah kulminasi dari 21 film sejak dimulainya Marvel Cinematic Universe 10 tahun yang lalu, Avengers: Endgame berhasil menggeser Avatar dari posisi puncak sebagai film terlaris sepanjang masa. Secara rinci Avengers: Endgame berhasil mendapatkan $2.797 miliar (sekitar Rp 39 triliun), meninggalkan Avatar di angka $2.789 miliar (sekitar Rp 38 triliun).

Selain itu, waktu yang dibutuhkan oleh Avengers: Endgame untuk berada di posisi puncak terbilang cukup singkat hanya 3 bulan saja, berbeda dengan Avatar yang membutuhkan waktu cukup lama, yaitu 8 bulan.

Tidak hanya sebagai film terlaris sepanjang masa saja, Avengers: Endgame juga memecahkan sejumlah rekor lainnya seperti opening terbesar pada hari pertama, memiliki jumlah tayang terbanyak sepanjang sejarah, film 3D dengan penghasilan terbanyak di opening weekend, dan masih banyak lagi.

2. Joker

Film Hollywood Terlaris 2019

Tidak mau kalah dengan Marvel, film DC juga berhasil menempati posisi puncak sebagai film terlaris sepanjang masa lewat film Joker. Bedanya adalah Joker berhasil menempati posisi puncak di kategori film dengan rating dewasa, menggeser film Marvel lainnya, yaitu Deadpool.

Joker berhasil mengalahkan Deadpool di angka $1.057 miliar (sekitar Rp 14 triliun) yang tahun lalu hanya berhasil mendapatkan $782 juta (sekitar Rp 10 triliun). Tidak hanya Deadpool saja, film Marvel lainnya, yaitu Venom juga berhasil dilewati oleh Joker.

Joker berhasil mengalahkan Venom dari segi pendapatan untuk opening weekend secara domestik dan global, yang masing-masing mendapatkan $93.5 juta (sekitar Rp 1.3 triliun) dan $248.2 juta (sekitar Rp 3.4 triliun). Tidak hanya untuk Joker saja, keberhasilan film tersebut juga berimbas kepada Todd Phillips dan Joaquin Pheonix.

Bagi keduanya film Joker berhasil mengalahkan film mereka sebelumnya, yaitu The Hangover II yang hanya mendapatkan $85.9 juta (sekitar Rp 1.2 triliun) dan Signs di angka $60.1 miliar (sekitar Rp 839 miliar).

3. Frozen II

Film animasi Disney yang baru tayang beberapa minggu, yaitu Frozen II juga berhasil unjuk gigi ditahun ini. Sekuel dari film pertamanya di tahun 2016, Frozen II berhasil memecahkan rekor sebagai film animasi dengan pendapatan terbanyak di opening weekend.

Frozen II berhasil mengalahkan film animasi Disney lainnya, yaitu Toy Story 4 yang bersamaan dirilis pada tahun ini. Elsa dan Anna berhasil mengumpulkan pendapatan sebesar $358 miliar (sekitar Rp 5 triliun) dari 37 negara, meninggalkan Woody dan kawan-kawan yang hanya mendapatkan $240.9 juta (sekitar Rp 3.3 triliun) saja. Film yang tayang perdana pada 20 november tersebut masih tayang di bioskop-bioskop seluruh Indonesia.

4. Parasite

Tidak mau kalah dengan yang lainnya, film asal Korea yaitu Parasite juga berhasil memecahkan sejumlah rekor di tahun ini. Di awal tahun ini saja film yang disutradarai oleh Bong Joon Ho berhasil menjadi film asal Korea pertama yang memenangkan penghargaan Palme d’Or di Cannes Film Festival bulan Mei kemarin.

Beberapa bulan kemudian, film Parasite melalui Neon tayang perdana di Amerika Serikat. Film tersebut tayang di 3 bioskop di Los Angeles dan New York (The Landmark, Arclight Hollywood, dan IFC Center). Dari ketiga tempat tersebut Parasite berhasil meraup keuntungan sebesar $376.264 (sekitar Rp 5.2 miliar) atau  $125.421 (sekitar Rp 1.7 miliar) per bioskop, sekaligus menjadi film berbahasa asing dengan rata-rata pendapatan terbesar per bioskop sepanjang masa.

5. The Lion King

Film The Lion King yang tayang pada bulan Juli ini merupakan versi live actionnya. Film ini dirilis tepat 25 tahun setelah film kartun pertamanya tayang secara luas. Film live action ini tidak terlalu berbeda jauh dengan versi kartunnya. Tetap menceritakan tentang perjalanan singa kecil bernama Simba yang lahir sebagai raja selanjutnya menggantikan ayahnya, Mufasa. Film ini dibuat dengan sepenuh hati terlihat dari sutradara terkenal yang memegang film ini yaitu Jon Favreau, dengan tim animasi yang terbaik juga. Tidak salah kan kenapa film ini bisa menjadi no. 2 paling laris tahun ini.

6. Spider Man : Far From Home

Film sekuel kedua dari Spider Man juga menjadi film terakhir penutup Marvel phase 3. Film yang menceritakan Peter yang masih belum bisa bangkit pasca ditinggal mentornya tercinta, Iron Man, harus bangkit melawan musuh-musuh yang datang untuk balas dendam dengan sang Iron Man dan mengincar Peter serta teman kuliahnya dalam perjalanan mereka berlibur bersama. Dalam film ini juga banyak kenangan akan Iron Man yang ditampilkan yang bisa mengobati rasa kangen para penggemar terhadap sosok Iron Man yang sudah meninggalkan jagat universe The Avengers selanjutnya.

7. Captain Marvel

Film Captain Marvel merupakan film solo pahlawan wanita pertama yang ada di cinematic universe Marvel. Bercerita tentang Vers, warga kerajaan Kree yang pada suatu misi terdampar di bumi. Ketika sedang berusaha untuk kembali ke Kree, Vers menemukan kepingan memori tentang kehidupannya yang ternyata ada di bumi dan juga tentang kekuatannya yang sangat kuat yang selama ini tidak ia ketahui cara mengontrolnya.

Sebagai karakter pahlawan baru di Marvel, Captain Marvel ini menjadi salah satu pahlawan yang ditunggu-tunggu karena memang memiliki kekuatan yang luar biasa bahkan mungkin salah satu yang paling kuat. Apalagi setting kejadiannya berada di tahun 1995, sangat jauh sebelum Avengers modern ada.

8. Toy Story 4

Melanjutkan ketenaran Toy Story, bulan Juni ini akhirnya dirilis lah petualangan Woody dan teman-temannya dalam Toy Story 4. Film ini berkisar pada cerita adanya mainan baru yang dibawa Bonnie yaitu Forky, yang akan menunjukkan besarnya dunia pada mainan seperti mereka.

Sudah melalang buana sejak 1995, kepopuleran Woody ini masih bertahan kalau kita melihat bahwa di tahun 2019 ini masih berhasil masuk ke peringkat 5 besar meskipun untuk film series yang sudah cukup lama.

Film Indonesia Dengan Penonton Terbanyak

Film Indonesia Dengan Penonton Terbanyak – Menonton film baik di bioskop, dengan streaming, maupun melalui DVD terkadang menjadi hiburan bagi beberapa orang utnuk mengisi waktu luang. Sepanjang tahun 2019, para sutradara berbakat Indonesia telah menelurkan berbagai macam film yang berhasil mewarnai kehidupan kita.

Dilansir dari situs filmindonesia.or.id, ada 3 film yang menempati urutan teratas di tahun 2019 ini. Dan bisa dipastikan, ketiga film ini mendulang untung besar dari pemutarannya di Indonesia. Penasaran apa saja? Check it out! slot online indonesia

1. Danur 3

Film Indonesia Dengan Penonton Terbanyak

Tidak hanya film luar negri saja, film Indonesia yaitu Danur 3 juga berhasil memecahkan rekor dari segi jumlah penonton. Film yang dibintangi oleh Prilly Latuconsina berhasil memecahkan rekor sebagai film horor Indonesia dengan jumlah penonton terbanyak di hari pertama dengan 251.157 orang, sedangkan untuk keseluruhan film Danur 3: Sunyaruri menempati posisi 4 menggeser Dilan 1990. Total jumlah penonton yang didapatkan sejak  penayangan perdananya pada 26 september bulan lalu, film Danur 3: Sunyaruri berhasil mendapatkan 2.411.036 penonton, berada di posisi ke-3 diatas Dua Garis Biru dan Dilan 1991 sebagai film dengan jumlah penonton terbanyak tahun ini. slot online indonesia

2. Dilan 1991

Film Indonesia Dengan Penonton Terbanyak

Posisi pertama ditempati oleh film Dilan 1991. Siapa, sih, yang tidak pernah mendengar judul film yang satu ini, khususnya kaum wanita dan penyuka film drama?

Dari situs filmindonesia.or.id, didapati data jumlah penonton sebesar 5.253.411 orang sepanjang pemutarannya. Film yang dibintangi oleh artis muda Iqbal Ramadhan dan Vanesha Prescilla ini mengisahkan mengenai kelanjutan antara hubungan Dilan dan Milea dari film Dilan 1990.

Biaya produksi dari film ini dikabarkan mencapai 20 miliar, lho, Sobat! Namun hasil pendapatan yang diterima juga tidak tanggung-tanggung, yaknin berkisar 250 miliar. Gokil! Tidak heran jika melihat bahwa film Dilan 1991 merupakan film dengan perolehan penonton terbanyak di tahun ini.

Kelanjutan kisah Dilan dan Milea di masa SMA itu membawa 5,2 juta penonton ke bioskop. Film ini otomatis menjadi film Indonesia terlaris sepanjang tahun 2019.

3. Dua Garis Biru

Bukan hanya pasangan remaja Dilan dan Milea saja yang menyedot perhatian banyak orang. Tapi ada pula sepasang remaja gemas bernama Bima dan Dara.

Mereka adalah karakter utama yang ada di film ‘Dua Garis Biru’ besutan Gina S. Noer. Film ini sempat menjadi kontroversi di kalangan masyarakat karena tema yang diangkat cukup sensitif di negeri ini.

Selanjutnya ditempati oleh film Dua Garis Biru. Pemutaran film ini sempat mengundang kontroversi lantaran mengisahkan mengenai sepasang kekasih yang melewati batas ketika sedang berpacaran, sehingga sang wanita hamil di luar nikah. Mereka pun harus bertanggung jawab dengan memutuskan untuk menikah di usia yang masih sangat muda.

Film Dua Garis Biru sempat dinyatakan sebagai film yang tidak mendidik oleh beberapa netizen. Banyak yang menuding bahwa film ini bisa membuat anak muda terinspirasi untuk melakukan seks bebas. Padahal, film ini mencoba menggambarkan dampak-dampak negatif yang terjadi bila pasangan muda melakukan hubungan seks di luar pernikahan. Namun tidak sedikit pula netizen yang membela bahwa film ini adalah film yang sarat akan konsekuensi pacaran yang di luar batas yang masih tabu dibicarakan di Indonesia.

Walau melalui banyak kontroversi dan boikot, setelah film Dua Garis Biru tayang di bioskop Indonesia, film ini berhasil meraih 2.538.473 orang penonton yang mayoritas adalah kaum milenial.

Apabila kita ambil rata-rata harga tiket bioskop pada tahun 2019 adalah Rp 40 ribu, maka film ini dapat meraup keuntungan sekitar Rp 101 miliar. Salut!

Berkat keberanian mengangkat isu sensitif tersebut, Gina S. Noer diganjar penghargaan Festival Film Indonesia (FFI) 2019 sebagai Penulis Skenario Asli Terbaik. Sementara filmnya disaksikan oleh sekitar 2,5 juta penonton.

Ada pemandangan berbeda dari minat penonton di tahun lalu dan sekarang.

4. My Stupid Boss 2

My Stupid Boss masuk dalam lima besar judul film terlaris tahun ini. Film yang menghadirkan Reza Rahadian dan BCL, film ini sukses bertengger di kisaran angka 1,8 juta penonton.

5. Perempuan Tanah Jahanam

Film Perempuan Tanah Jahanam menyuguhkan adegan berdarah serta debut Christine Hakim bermain dalam film horor.

Film kedua arahan sutradara Joko Anwar di tahun 2019 ini sukses menapaki angka kisaran 1,7 penonton dalam daftar film terlaris.

Perempuan Tanah Jahanam menjadi film bergenre horor yang mampu membuat penonton terkesima. Pasalnya, film garapan Joko Anwar ini tak hanya menyajikan kisah horor melainkan adrenaline rush para penonton. Perempuan Tanah Jahanam rilis pada Oktober 2019 lalu. Perempuan Tanah Jahanam berkisah mengenai seorang perempuan yang bernama Maya yang diperankan oleh Tara Basro.

Kebetulan Maya hanya hidup seorang diri dan hanya memiliki seorang teman bernama Dini yang diperankan oleh Marissa Anita. Keduanya pun mendirikan usaha dan membutuhkan modal. Beruntung dari informasi, Maya mempunyai tanah warisan yang terdapat di sebuah desa terpencil. Sayang, sesampainya di desa itu, Maya dan Dini malah menemukan keanehan-keanehan, seperti melihat kuburan bayi. Film ini ditonton oleh 1.795.068 penonton berdasarkan data yang didapat dari filmindonesia.or.id.

6. Kuntilanak 2

Kesuksesan film pertamanya yang mencatatkan angka 1.236.000 penonton (sesuai data dari filmindonesia.or.id) dan menempatkannya di urutan ke-12 film terlaris 2018, membuat MVP Pictures tak perlu berpikir 2 kali untuk segera melanjutkan kisah petualangan Dinda dan kawan-kawan. Kisah Kuntilanak(2018) yang dirombak total dari apa yang pernah kita saksikan pada trilogi Kuntilanak (2006-2008), terbukti cukup diterima oleh para moviegoers karena menghadirkan cerita yang benar-benar baru.

Tayang 4 Juni 2019, Kuntilanak 2 menjadi bagian dari Kuntilanak Universe yang dimulai Rizal sejak 2006 lalu. Kuntilanak Universe kembali dibangkitkan lewat seri kedua yang dimulai dari Kuntilanak (2018) dan Kuntilanak 2 (2019). Dirilis tepat satu hari sebelum lebaran , Kuntilanak 2 menjadi 1 dari 5 film Indonesia yang siap menghibur momen libur lebaran.

7. Keluarga Cemara

Keluarga Cemara begitu populer di tahun 90-an sebagai serial televisi keluarga favorit.

Kini, film yang mengadaptasi sinetron berjudul sama yang diciptakan mendiang Arswendo Atmowiloto sukses meraih 1,7 penonton. Pokok cerita di film ini juga tetap dijaga dengan menghadirkan Abah, Emak, Euis, dan Ara bersama latar waktu lebih moderen.

8. Gundala: Negeri Ini Butuh Patriot

Gundala menjadi pembuka Jagat Sinema Bumilangit yang dibagi dalam dua babak dengan sutradara Joko Anwar. Setelah Gundala, masih ada Sri Asih dan Virgo yang juga mengadaptasi komik karya komikus Indonesia.

Meski belum merajai daftar film terlaris, Gundala: Negeri Ini Butuh Patriot ini mencapai 1,6 juta penonton saat rilis 29 Agustus 2019. Film ini juga ikut serta dalam festival bergengsi yakni Toronto International Film Festival.