Alasan Film The World Of The Married Sangat Trending

Alasan Film The World Of The Married Sangat Trending – Serial drama Korea ‘The World of the Married’ menjadi trending topic di media sosial dalam beberapa waktu terakhir. Memasuki episodenya yang ke-9 dan 10 akhir pekan ini, drama tentang perselingkuhan yang bikin gemas penonton ini mencapai rating tertinggi hingga 20%, dan paling ditunggu penayangannya, baik di Korea maupun internasional termasuk di Indonesia.

Apa yang membuat drama ini begitu diminati? Relatable dan bikin emosi. Dua alasan ini bisa jadi mendominasi di samping banyak alasan lainnya yang membuat drama Korea satu ini menjadi favorit saat ini. 

Di luar itu, ‘The World of the Married’ atau ada juga yang menyebutnya ‘A World of Married Couple’ diisi oleh deretan cast yang tepat, cerita yang greget, dan pengambilan gambar yang memanjakan mata secara visual, seperti layar lebar. slot indonesia

Buat kamu yang mengikuti drama korea yang tayang di JTBC ini dari episode pertama pada 27 Maret lalu hingga sekarang, atau yang belum tahu, berikut ini beberapa fakta dan juga alasan kenapa drama korea satu ini begitu diminati dan paling ditunggu penayangannya di setiap akhir pekan. slot indonesia

Alasan Film The World Of The Married Sangat Trending

1. Relatable

Diangkat dari seri populer Doctor Foster yang ditayangkan BBC One pada 2015 lalu, ‘The World of the Married digubah sedemikian rupa. Disesuaikan dengan nuansa Asia, drama ini kemduian ditambahkan di beberapa bagian, dan sangat relatable atau berasa nyata terjadi di kehidupan sehari-hari.

‘The World of The Married’ mengisahkan tentang kehidupan pasangan Ji Sun Woo dan Lee Tae Oh, yang di permukaan tampak baik-baik saja. Pernikahan yang sempurna, dokter berprestasi dan sutradara berbakat dengan satu anak laki-lakinya Joon-young. Namun semua buyar ketika seiring berjalan cerita, Tae Oh diketahui berselingkuh dengan perempuan lebih muda darinya Yeo Da Kyung. Tak sampai di situ, Sun Woo juga dikhianati oleh orang-orang terdekatnya, dari teman, tetangga, dan rekan kerja. Dari sini cerita ‘the World of the Married’ bergulir dan makin dibuat relate dengan kehidupan sehari hari penontonnya.

2. Cerita selingkuh dan cinta segitiga

Cerita mengenai affair atau perselingkuhan selalu menarik untuk diikuti. Meski sudah banyak drama yang mengangkat tema ini, the World of the Married hadir dengan detail dan eksekusi yang menarik. Ada plot twist di hampir setiap episodenya.

Karakter Ji Sun Woo dan Lee Tae Oh tampak sebagai couple goals, dengan pernikahan yang sempurna. Namun, hadir Da Kyung yang memesona. Tak hanya untuk selingan, tapi juga cinta kedua Tae Oh. Perlahan perselingkuhan ini terungkap seperti mengupas lapis demi lapis bawang yang hingga ke intinya membuat sesak. Dan cerita tak berhenti hingga babak penentuan, siapa yang menang dan siapa yang kalah.

3. Para pemeran yang bermain meyakinkan

Kim Hee-ae sebagai Ji Sun Woo tampil sangat meyakinkan lewat ekspresi bahagia hingga emosi saat mengetahui kebohongan dan pengkhianatan orang-orang terdekatnya. Ini membuat penonton mudah bersimpatik dengannya. Begitu juga dengan Park Hae-joon, pemeran Lee Tae Oh yang membuat emosi, dan Han So-hee sebagai Da Kyung yang cantik tapi mesti diberi label ‘pelakor’. Tiga pemeran ini mencuri perhatian dan masuk akal, seperti apa yang dibayangkan di kepala hampir setiap orang pada umumnya.

Tak hanya mereka, para pemeran lain juga tak kalah pasnya, seperti Chae Gook-hee sebagai Seol Myung-sook rekan kerja yang bermuka dua di rmumah sakit tempat Sun Woo bekerja, Park Sun-young sebagai Go Ye-rim tetangga sekaligus teman Sun Woo, dan Kim Young-min sebagai Son Je-hyuk yang suka gonta ganti pasangan, atau Lee Moo-saeng sebagai Dr Kim Yoon-gi yang muncul sebagai pengagum dan ‘penolong’ Sun Woo.

Alasan Film The World Of The Married Sangat Trending

4. Banyak tokoh yang membuat gemas dan bikin emosi

Bayangkan dalam satu adegan di satu meja makan, ada empat atau bahkan tujuh karakter yang bikin gemas dan emosi sekaligus di saat yang sama? Inilah yang terjadi di drama ‘the World of the Married’.

Tokoh-tokohini berada di sekeliling Sun Woo sebagai protagonis, dari mulai suaminya yang selingkuh Tae Oh, selingkuhan suaminya Da Kyung, dan kedua orangtua Da Kyung. Lalu, ada rekan kerjanya yang suka berkhianat Dr Seol, Jehyuk yang suka gonta-ganti pasangan meski sudah menikah, Ye Rim yang lebih suka mengalah dan menghindari konfrontasi, atau ibu-ibu kaya yang hanya peduli dengan dirinya sendiri dan membicarakan keburukan orang lain.

Mesti siap mental untuk lihat bagaimana Sun Woo bereaksi setiap kali bertemu dengan karakter atau tokoh ini.

5. Kejutan demi kejutan di setiap episode

Episode 1:

Episode awal yang menunjukkan kehidupan pernikahan sempurna Sun-woo dan Tae-oh, hingga terungkapnya perselingkuhan Tae-oh dan Da-kyung, serta pengkhianatan teman dekat Sun-woo yang tahu, tapi diam dan mengkhianatinya.

Episode 2:

Sun-woo mengetahui kalau Da-kyung, selingkuhan suaminya hamil lewat pemeriksaan test-pack di ruang kerjanya. Ia konfrontasi Tae-oh tapi suaminya tidak mengakui telah berselingkuh.

Episode 3

Sun-woo melihat perselingkuhan suaminya di depan mata. Tepat di hari kematian mertuanya, atau ibu suaminya, Tae-oh kedapatan berciuman di dalam mobil bersama Da-kyung

Episode 4

Demi ‘pembalasan dendam’ dan mendapatkan detail kondisi keuangan suaminya, Sun-woo menemui Je-hyuk di hotel dan melakukan hubungan satu malam. Transaksi yang mempertaruhkan keberanian dan juga sakit hati Sun-woo.

Episode 5

Sun-woo membongkar perselingkuhan suaminya di hadapan Da-kyung dan kedua orangtuanya di meja makan. Dengan tenang dan kalem, ia menunjukkan kebenaran pahit pada orang yang telah mengkhianatinya.

Episode 6

Sun-woo dan Tae-oh bertengkar hebat hingga Sun-woo terluka parah. Ini justru menjadi akhir dari pernikahan mereka dan perebutan atas hak asuh anak. Sun-woo berhak atas hak asuh Joon-young, dan Tae-oh tak boleh menemuinya selama dua tahun.

Episode 7

Setelah dua tahun berlalu, Tae-oh dan Da-kyung yang sudah menikah dan punya anak perempuan bernama Jenny, kembali ke Gosan. Mereka menggelar pesta kembalinya mereka dan menjadi ancaman buat Sun-woo.

Episode 8

Sun-woo mendapatkan teror dan kekerasan dari orang tak dikenal, yang kemudian diketahui itu orang suruhan suaminya Tae-oh, yang juga punya masa lalu terkait Sun-woo di episode awal. Sun-woo diancam untuk meninggalkan Gosan, dan menyerahkan anaknya Joon-young pada Tae-oh.

Episode 9

Seperti karma berbalas, Da-kyung mendapati rahasia yang disimpan suaminya Tae-oh, di ponsel dengan foto-foto Sun-woo di dalamnya. Sun-woo sudah memberinya peringatan bahwa tidak ada jaminan, nasibnya akan sama dengan yang dialami Sun-woo.

6. Adegan terbaik

Sejak awal kemunculannya, The World of the Married’ menghadirkan banyak adegan yang dieksekusi dengan baik. Salah satu yang menjadi mencuri perhatian dan banyak dipuji yakni saat adegan di meja makan di episode kelima, ketika Sun Woo membongkar perselingkuhan suaminya di hadapan Da Kyung dan kedua orangtuanya. Dengan cara elegan dan tanpa emosi, Sun Woo hanya melemparkan kalimat pahit yang mesti didengar setiap orang di meja makan. Adegan ini membuat The World of Married Couple jadi perbincangan, dan bikin penasaran dengan Sun Woo dan bagaimana kisahnya bermula dan berakhir.

7. Busana fashionable para cast

Dress yang matching dengan sepatu atau scarf, atau outer yang bermotif dan aksesori tambahan yang dikenakan Sun Woo atau Da Kyung selalu menarik untuk diikuti. Ada banyak permainan warna dan padupadan yang asik, dari pakaian formal untuk bekerja, dan atau keseharian. Di episode ke-8, wardrobe ini menjadi salah satu detail dari penceritaan yang menjadikan kisah drama ini makin menarik.

8. Rating dan batasan usia

Sejak tayang perdana, rating drama the World of the Married terus menunjukkan kenaikan. Dari awalnya hanya 6% di episode 1 (27/3), lalu 14% di episode ke-5 (10/4) dan terus naik ke 20% di episode 9 (24/4).

Berkaitan dengan kontennya yang vulgar, kekerasan dan untuk orang dewasa, episode pertama hingga ke enam dilabeli di atas 19 tahun. Hanya di dua episode 7 dan 8, yang ditujukan di atas 15 tahun. Di episode ke-9 dan setelahnya, drama ini kembali ditujukan hanya untuk usia 19 tahun ke atas.

9. Penasaran dengan akhir cerita

Dari catatan produksinya The World Of the Married’ akan berjumlah 16 episode. Jadi masih ada tiga pekan ke depan untuk terus menjadi penasaran dengan bagaimana akhir cerita dari serial ini. Apakah akan nanti dibuat sama dengan Doctor Foster atau dibuat berbeda?

Hingga saat ini banyak spekulasi dan prediksi akan akhir cerita, termasuk bocoran dari Kim Hee-ae sendiri yang pada saat bertemu dengan media beberapa waktu lalu mengungkap ada kejadian penting yang mengubah karakter Sun Woo yang diperankannya di episode 12. Hal ini makin membuat penonton dan penikmat serial drama Korea ini menjadi lebih penasaran.

Episode terakhir dijadwalkan tayang pada 16 Mei 2020. Untuk terus update, bisa melihat perkembangannya di situs resmi JTBC

Fakta Menarik Dari Serial Netflix Money Heist

Fakta Menarik Dari Serial Netflix Money Heist – Tayangan Netflix dengan judul Money Heist, akhir-akhir ini menjadi rekomendasi tontonan bagi penggemar film dan series. Series dengan judul asli La Casa de Papel ini adalah serial TV Spanyol yang hingga kini telah menayangkan 37 episode yang terbagi menjadi 4 part.

Serial ini berkisah tentang dalang kriminal bernama The Professor yang menyusun rencana pencurian terbesar dalam sejarah bersama delapan orang  perampok. Uniknya dalam serial ini, perampok yang tergabung memiliki nama samaran yaitu nama-nama kota di dunia. slotonline

Hal lain yang bikin asyik adalah bagaimana rencana besar dan rencana cadangan yang disiapkan Profesor. Saya punya seorang teman yang sungguh terobsesi untuk menyaingi rencana Profesor. Sebelum meneruskan nonton, dia kerap bikin catatan yang isinya prediksi langkah-langkah perampokan kemudian membandingkannya dengan rencana asli dari Profesor. slotonline

Dengan production design, acting, dan sinema yang cenderung standar, Money Heist punya kekuatan besar dalam plot besar. Beberapa planting info disimpan dari awal dan berpotensi jadi elemen kejutan di akhir, walau nggak semuanya sesuai ekspektasi. Cinta dan romantisasi bukan hanya sekadar bumbu, tapi juga jadi unsur penting dalam plot. Gabungan yang epik antara drama dan pembenaran kriminalitas -lah yang menjadikannya brilian. Beberapa kritikus memberikan review cukup menarik dengan rating yang juga lumayan.

Fakta Menarik Dari Serial Netflix Money Heist

Dengan production design, acting, dan sinema yang cenderung standar, Money Heist punya kekuatan besar dalam plot besar. Beberapa planting info disimpan dari awal dan berpotensi jadi elemen kejutan di akhir, walau nggak semuanya sesuai ekspektasi. Cinta dan romantisasi bukan hanya sekadar bumbu, tapi juga jadi unsur penting dalam plot. Gabungan yang epik antara drama dan pembenaran kriminalitas -lah yang menjadikannya brilian. Beberapa kritikus memberikan review cukup menarik dengan rating yang juga lumayan.

Serial ini bukan hanya menawarkan sekadar hiburan, namun membebaskan berbagai ideologi dan pemikiran. Topeng Dali dan kostum merah jadi simbol yang kemudian diadaptasi ke kehidupan sehari-hari. Beberapa aksi demontrasi dihiasi semangat pemberontakan yang serupa. Bahkan lagu “Bella Ciao” yang punya sejarah panjang sebagai dendangan anti-fasis Italia dinyanyikan di mana-mana. Mirip kayak efek film V for Vendeta dengan atribut yang juga hampir sama.

Ingin tau fakta lain serial Netflix Money Heist? Yuk simak selengkapnya!

1. Tayangan Netlfix Paling Banyak Ditonton di 6 Negara

Menurut film dokumenter berjudul The Phenomenon, Money Heist adalah tayangan Netflix yang paling banyak ditonton di Perancis, Italia, Argentina, Chili, Brasil, dan Portugal. Serial ini juga memiliki basis penggemar yang signifikan di Afrika Utara, Timur Tengah, dan Turki.

2. Sukses di Dunia, Money Heist Pernah Gagal di Negara Sendiri

Money Heist memang bukanlah tayangan original Netflix. Serial ini diproduksi oleh Vancouver Media yang awalnya ditayangkan di Antena 3 saluran TV Spanyol.

Episode pertamanya pada 2 Mei 2017 menarik 4,5 juta pemirsa di saluran Spanyol Antena 3. Tapi saat seri berlanjut, jumlah penontonnya anjlok.

3. La Casa de Papel Awalnya Berjudul Los Desahuciados

Sang kreator film, Alex Pina awalnya menyebut serial ini Los Desahuciados atau The Outcasts yang berarti orang-orang terusir. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa mayoritas karakter utama sebenarnya masyarakat terbuang dengan latar belakang kriminal.

Nama itu kemudian diubah menjadi La Casa De Papel yang berarti rumah kertas agar sesuai dengan naskah perampokan The Royal Mint, gedung pencetak uang kertas.

4. Tokyo adalah Karakter Pertama yang Diberi Nama Kota

Jesús Colmenar, salah satu produser, melihat Alex Pina sang kreator serial ini sedang mengenakan kaos dengan tulisan Tokyo. Colmenar pun mengatakan bahwa nama itu bisa menjadi nama karakter yang bagus. Akhirnya karakter di anggota geng perampokan menggunakan nama yang berasal dari kota juga.

5. Hampir Semua Anggota Geng Menggunakan Nama Ibukota Negara

Anggota geng perampokan masing-masing memiliki nama samaran dengan menggunakan nama sebuah kota di dunia. Uniknya beberapa nama menggunakan nama Ibukota. Dimulai dari Berlin yang merupakan nama Ibukota Negara Jerman, Helsinki – Finlandia, Tokyo – Jepang, Nairobi – Kenya, Moskow – Rusia, dan Oslo – Norwegia.

Tersisa nama Rio dan Denver yang bukan merupakan nama ibukota negara. Namun Rio sendiri berasal dari nama ibukota negara bagian di Brasil yaitu Rio de Janeiro. Lalu Denver merupakan nama ibukota negara bagian di Amerika Serikat yaitu Colorado.

6. Profesor Juga Punya Nama Kota

Fakta Menarik Dari Serial Netflix Money Heist

Alvaro Morte, aktor yang memerankan karakter Profesor mengatakan bahwa dia memiliki pilihan nama kotanya sendiri. Ia memilih nama Vatikan karena sangat cocok dengan karakter Profesor dalam serial Money Heist.

“Konsep apa yang cocok untuknya, tetapi kita harus menghapus komponen agama. Ini akan menjadi Kota Vatikan. Itu adalah kota negara. Yang sangat kecil. Tapi seperti The Professor, selalu terlindung, dan pada saat yang sama, ia memiliki kekuatan besar di seluruh dunia,” kata Morte dalam sebuah interview.

Jaime Lorente, yang berperan sebagai Denver, ingin menyarankan alternatif lain. “Aku akan memanggilnya ‘Profesor Venice Beach,’ hanya karena itu akan terdengar luar biasa.”

7. Karakter Tokyo Terinspirasi dari Karakter Matilda di film Léon: The Professional (1994)

Di episode pertama, setelah bergabung dengan geng perampokan Profesor Tokyo mengubah penampilannya dari berambut panjang menjadi rambut pendek bob. Model rambut Tokyo tersebut mengingatkan akan karakter bernama Matilda di tahun 1994. Tidak hanya model rambut, kemiripan lainnya juga ada pada kalung choker yang dikenakan Tokyo dan Matilda.

Matilda sendiri diperankan oleh Natalie Portman di film Léon: The Professional (1994). Matilda dan Tokyo selain secara penampilan memiliki kemiripan, mereka juga memiliki karakter yang sama-sama kuat.

8. Topeng Dali

Topeng yang dikenakan geng perampokan La Casa de Papel ini terinspirasi dari seniman Spanyol bernama Salvador Dali.

Ketika Salvador Dali masih hidup, banyak karyanya diciptakan selama gerakan di Zurich pada awal abad ke-20 dan tentang menolak masyarakat kapitalis modern. Semua filosofinya selaras dengan para perampok di La Casa de Papel.

9. Nama Samaran Profesor

Di part 1, kita melihat Profesor melakukan tugas lain untuk membantu jalannya perampokan dengan memata-matai inspektur Raquel Morillo. Profesor menggunakan nama samaran Salva Martin agar dapat lebih dekat dengan inspektur. Nama ini juga bisa dikaitkan dengan seniman yang menjadi inspirasi dari topeng geng perampokan yaitu Salvator Dali.

10. Lagu Bella Ciao Adalah Lagu Tentang Protes

Lagu Bella Ciao akan sering Anda dengar di serial ini. Pertama kali dinyanyikan adalah ketika anggota perampok, Moskow, akhirnya menyentuh tanah ketika ia menggali terowongan keluar dari Royal Mint of Spain.

Menurut penulis skenario dan produser eksekutif Javier Gómez Santander, mereka berusaha keras untuk mencari tahu lagu mana yang bisa mereka gunakan untuk menandai momen perayaan dalam pertunjukan.

Lagu yang berasal dari Italia ini dipilih karena memiliki rasa anthemic yang dibutuhkan saat adegan. Selain itu lagu Bella Ciao memiliki sejarah sebagai lagu yang sering dinyanyikan oleh demonstran anti-fasis di Italia pada Perang Dunia II.